Uskup Agung Viganó Dipanggil ke Roma Hadapi Proses Pidana di Luar Hukum Karena 4 Alasan Ini

Avatar photo
Reporter : Kaka Editor: Kaka
20240630 155512
Uskup Agung Carlo Maria Viganó. Source: Arcivescovo Carlo Maria Viganó @CarloMVigano

Vatican-Roma, gardamalaka.com – Uskup Agung Carlo Maria Viganò, mantan duta besar apostolik untuk Amerika Serikat, telah mengunggah di akun “X” (twitter) atas nama dirinya, Kamis (20/6/2024) sebuah surat dari Dicastery for the Doctrine of the Faith (DDF) atau Dikasteri Ajaran Iman.

Surat bertanggal 11 Juni 2024 itu berupa panggilan kepada Uskup Agung Viganó untuk menghadapi Processo penale extragiudiziale (proses pidana di luar hukum) atau dikenal juga sebagai “proses administratif” di Roma, untuk tuduhan kejahatan kanonik berupa perpecahan (skisma).

Menurut salinan dekrit yang diunggah di akun “X” milik Uskup Agung Viganó dikaitkan dengan Dikasteri Ajaran Iman, Viganò diminta hadir pada Kamis (20/6) sore (atau menunjuk penasihat hukumnya sendiri) pada pukul 15.30 waktu Roma, untuk “memperhatikan tuduhan dan bukti mengenai kejahatan perpecahan” yang dituduhkan kepadanya.

Baca Juga :  Paus Fransiskus akan Kunjungi Indonesia pada September 2024 dan Gelar Misa Kudus di Stadion GBK Jakarta

Kejahatan perpecahan yang dimaksud dalam surat itu, yakni: “pernyataan publik yang mengakibatkan penolakan terhadap unsur-unsur yang diperlukan untuk menjaga persekutuan dengan Gereja Katolik; penolakan terhadap legitimasi Paus Fransiskus; perpecahan persekutuan dengannya; dan penolakan terhadap Konsili Vatikan Kedua.”

Dokumen (surat) yang ditandatangani Sekretaris Bagian Disiplin, Mons. John J. Kennedy tersebut memperingatkan bahwa jika Uskup Viganó tidak hadir, atau memberikan pembelaan tertulis yang diajukan pada tanggal 28 Juni, maka uskup agung “akan diadili jika dia tidak hadir.”

Menanggapi surat panggilan dari Roma ini, Uskup Agung Viganó menulis di akun “X”-nya seperti berikut.

“Dikasteri Ajaran Iman telah memberi tahu saya, melalui email sederhana, tentang dimulainya persidangan pidana di luar hukum terhadap saya, dengan tuduhan telah melakukan kejahatan perpecahan dan menuduh saya telah menyangkal keabsahan “Paus Fransiskus” karena telah memutuskan persekutuan “dengan Dia” dan karena menolak Konsili Vatikan Kedua. Saya telah dipanggil ke Istana Kantor Suci pada tanggal 20 Juni, secara langsung atau diwakili oleh pengacara kanon. Saya berasumsi hukumannya sudah disiapkan, mengingat ini merupakan proses di luar hukum.”

Baca Juga :  Gembala Tuhan Itu Telah Pergi: Sebuah Kisah Reflektif!

“Saya menganggap tuduhan terhadap saya sebagai suatu kehormatan. Saya yakin kata-kata dakwaan tersebut menegaskan tesis yang telah berulang kali saya pertahankan dalam berbagai pidato saya. Bukan suatu kebetulan bahwa tuduhan terhadap saya berkaitan dengan pertanyaan mengenai legitimasi Jorge Mario Bergoglio dan penolakan terhadap Vatikan II: Konsili tersebut mewakili kanker ideologis, teologis, moral, dan liturgi yang mana “gereja sinode” Bergoglian adalah metastasis.

Sebagaimana dirilis vaticannews.va (Vatican News) pada Kamis, 20 Juni 2024, Uskup Agung Viganò pada bulan September 2018 menulis surat yang heboh mengenai kasus Kardinal Theodore McCarrick saat itu, di mana ia menyerukan pengunduran diri Paus Fransiskus.

Urusan McCarrick, yang diklarifikasi sepenuhnya oleh Takhta Suci dengan diterbitkannya laporan rinci pada November 2020 yang secara komprehensif menyangkal Uskup Agung, bukanlah subjek dokumen yang diterbitkan di akun X.

Baca Juga :  Raih 9 Poin dan Puncaki Klasemen Grup A, Argentina Pastikan Tiket ke Perempat Final

Sebaliknya, menurut Uskup Agung Viganò sendiri, mantan nuncio apostolik tersebut dituduh menolak mengakui legitimasi Paus saat ini dan legitimasi Konsili terakhir.

“Dikasteri Ajaran Iman belum mengomentari pengumuman yang diposting di media sosial tersebut,” tulis vaticannews.va, dikutip gardamalaka.com, Minggu (30/6/2024).

Disclaimer:
Artikel Ini Merupakan Kerja Sama GardaMalaka.Com Dengan Kaka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Kaka.

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.