Pilkada Malaka 2024: Tarung Segitiga SBS, SN dan KITA, Siapa Lebih Kuat?

Avatar photo
Reporter : Kondradus Yohanes Klau Editor: Kaka
Pilkada Malaka 2024: SBS vs SN vs KITA, Siapa Lebih Kuat?
Pilkada Malaka 2024: SBS vs SN vs KITA, Siapa Lebih Kuat?

Betun, gardamalaka.comPilkada Malaka 2024 sedang hangat-hangatnya. Setiap figur bakal calon Bupati sedang memantapkan pasangan bakal calon Wakil Bupati.

Bahkan santer diberitakan, setiap bakal calon Bupati telah menemukan dan memantapkan pasangannya masing-masing.

Berdasarkan informasi yang kini beredar luas di media-media massa, baik media cetak maupun online, mantan Bupati Stefanus Bria Seran (SBS) akan maju lagi sebagai calon bupati didampingi Henri Melky Simu (HMS) sebagai calon wakil bupati, seorang politisi partai Golkar dan anggota DPRD aktif Kabupaten Malaka.

Di pihak Bupati aktif, Simon Nahak (SN) pun sudah memastikan akan maju sebagai calon Bupati (petahana) didampingi Feliks Bere Nahak (FBN) sebagai calon wakil bupati, seorang politisi partai NasDem dan anggota DPRD aktif Kabupaten Malaka.

Baca Juga :  DPP PKB Tetapkan dan Usung Falen-Kamillus pada Pilkada TTU 2024, Sekretaris DPC PKB TTU: Partai Koalisi Masih Rahasia

Sementara itu, di pihak Louise Lucky Taolin alias Kim Taolin (KITA) pun sudah memantapkan diri maju sebagai calon Bupati Malaka pada Pilkada 2024. Kim Taolin adalah Wakil Bupati Malaka aktif saat ini, sekaligus politisi partai PKB yang kini menjabat Ketua DPC PKB Kab. Malaka.

Kim Taolin (KITA) akan berpasangan dengan Eduardus Bere Atok (EBA), seorang ASN (PNS) aktif, yang menurut informasi mutakhir telah mengajukan pengunduran dirinya sebagai PNS.

Mengacu pada komposisi masing-masing bakal calon Bupati-Wakil Bupati, masyarakat Malaka lantas boleh bertanya: Siapa yang lebih kuat dan akan memenangkan pertarungan pada Pilkada Serentak 27 November 2024 mendatang?

Seiring seliweran riuh kerja Tim dari masing-masing bakal calon, suatu fakta yang tak terlakkan adalah bahwa setiap pasangan bakal calon itu kini masih gencar melakukan lobi-lobi politik dan memastikan koalisi partai pengusung dan pendukung.

Baca Juga :  Willybrodus Lay Bupati Belu ke-9, Sosok Pemimpin Visioner dengan Futuristic Thinking

Berdasarkan pemberitaan dan informasi terkini, pasangan SBS-HMS akan maju melalui partai Golkar dan Perindo, pasangan SN-FBN akan maju melalui partai PDI-P dan NasDem, sedangkan pasangan KITA-EBA melalui partai PKB dan PAN dengan didukung partai-partai lain, seperti PPP, Gelora Indonesia, partai Garuda, partai Buruh, dan partai Prima.

Sementara itu beberapa partai lain, seperti PSI, Gerindra, Demokrat, PKS, dan PBB terlihat belum memastikan kepada pasangan mana dukungan partai akan diberikan.

Di balik upaya keras dalam melakukan lobi-lobi politik, tentu setiap pasangan bakal calon bupati-wakil bupati mulai mempersiapkan diri, merefleksi dan mengevaluasi diri. Karena bagaimanapun, setiap pasangan bakal calon itu pasti memiliki kekurangan dan kelebihan.

Baca Juga :  Prestasi Mentereng dan Didukung Masyarakat, Willy Lay Putuskan Maju Lagi sebagai Calon Bupati Belu pada Pilkada 2024

Akan tetapi, saya tidak akan membahas kekurangan dan kelebihan masing-masing pasangan bakal calon. Bagi saya, ketiga pasangan ini memiliki kelemahan dan kekuatan sendiri-sendiri.

Bahwa ketiga pasangan ini pun belum sah menjadi pasangan calon yang akan bertarung pada Pilkada Malaka November 2024 nanti.

Tetapi apabila pada Pilkada nanti harus menghadirkan tarung segitiga antara SBS-HMS versus SN-FBN versus KITA-EBA, maka masyarakat Malaka yang justeru akan menjadi pengadil dan menentukan siapa pemenangnya.

Dan agar keluar sebagai pemenang, setiap pasangan bakal calon harus berstrategi yang benar, terukur, dan tentu mampu menarik simpati masyarakat.

Disclaimer:
Artikel Ini Merupakan Kerja Sama GardaMalaka.Com Dengan Kaka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Kaka.

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.