Malaka,Gardamalaka.comHerman Seran ST.,MSc ketua Diaspora Malaka sangat mendukung kebijakan Bupati Malaka untuk mengembalikan guru-guru yang dipindahkan karena alasan politik selama pemerintahan sebelumnya maupun selama proses Pilkada. Karena politisasi pendidikan adalah bentuk pembunuhan masa depan Malaka.Selasa,13/7/2021.

Herman Seran ketua Diaspora Malaka menjelaskan anak-anak adalah masa depan kita karena itu jika kita cinta Malaka kita harus mencintai anak-anak kita. Kalau mencintai anak-anak maka jangan korbankan anak-anak untuk kepentingan politik. Di atas politik adalah kemanusian.ujarnya.

Ia juga menambahkan guru-guru yang dipindahkan waktu Pilkada sudah sangat dirugikan karena nama mereka dihapus dari dapodik sekolah sebelumnya dan tidak masuk di daftar sekolah tujuan. Hal ini membuat tunjangan mereka terkatung-katung bahkan hilang.

Anehnya pemindahan itu hanya dengan SPT yang ditandatangani Sekda. Praktek tatakelola pemerintahan macam ini harus diaudit agar tidak terulang masa pemerintahan SNKT.

“Kebijakan mengeluarkan SK bagi guru-guru yang dibuang karena politik adalah kebijakan yang sangat tepat dan ditunggu-tunggu.Kita berharap jangan lagi guru-guru diseret ke dalam politik praktis karena yang rugi adalah dunia pendidikan kita dan masa depan Malaka”.

Tetapi kalau ada guru- guru yang berani berpolitik praktis harus diproses untuk dipecat saja karena hal seperti itupun merusak dunia pendidikan dan Malaka secara umum.

Politisi yang melibatkan guru dalam politik harus disabotase karena politisi macam itu tidak punya integritas dan tidak cinta kemanusiaan. (GM/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here