Betun, Gardamalaka.com – Mantan Kepala Desa (Kades) Tafuli, Agustinus Tafuli akan memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Belu pada hari ini, Jumat (4/6/2021).

Agustinus Tafuli dipanggil penyidik Kejari Belu terkait penggunaan anggaran dana desa (ADD) tahun anggaran (TA) 2018 di Desa Tafuli, berdasarkan hasil pemeriksaan inspektorat daerah kabupaten Malaka.

Kepada wartawan di Betun, Kabupaten Malaka, Kamis (3/6) Agustinus Tafuli mengatakan dirinya akan membongkar semua kedok dan membeberkannya ke penyidik Kejari.

“Besok pagi akan saya menghadap penyidik jaksa sesuai surat panggilan. Saya akan bongkar semua ke penyidik. Kan dia kontraktor bersama dia punya boss yang “makan itu uang”, setelah itu baru perintah saya selesaikan itu proyek, na uang dong di mana. Kan waktu itu, uang proyek sudah serahkan semua,” jelas Agustinus.

Ia mengaku akan berikan keterangan kepada penyidik, sesuai apa yang dialami semasa menjadi Kepala Desa Tafuli.

Ditambahkannya, dia sudah mendokumentasikan dengan cara memotret semua proyek rabat beton; yang terakhir hanya dikerjakan jalan sertu biasa.

“Saya sudah foto semua, itu proyek rabat beton tapi itu kontraktor hanya bentang sertu. Itu barang bak air milik mereka masih ada di lokasi proyek, saya akan sampaikan semua kepada penyidik, karena dalam RABnya itu proyek rabat beton,” papar Agustinus.

Dituturkannya, saat menjabat dirinya tidak menggunakan uang (DD) untuk beli mobil pribadi seperti kepala desa lainnya.

“Itu, yang ada hanya mobil BumDes; kan itu mobil pemerintah, yah sudah serahkan semua,” kata mantan Kades Tafuli itu.

Agustinus membeberkan, mengenai temuan, tidak ada temuan lain, selain rabat beton senilai seratus juta lebih, yang mana terakhir kali dikerjakan kontraktor CV. Mario hanya membentang sertu.

Diberitakan sebelumnya, Oktavianus Seran, pemilik CV. Mario, ketika dikonfirmasi, Rabu (26/5/2021) membenarkan pihaknya selaku kontraktor proyek Desa Tafuli tahun 2018 senilai Rp 202.000.000,-.

“Yah kita yang suplayer batu dan pasir, yah karena itu saya sekaligus kerjakan proyek itu,” jelas pemilik CV. Mario.

Pemilik CV. Mario menambahkan, sebenarnya proyek sudah hampir diselesaikan, namun karena banjir merubuhkan saluran yang dikerjakan, para tukang pun meninggalkan pekerjaan.

“Kemarin itu sudah mau selesai. Tetapi ada banjir yang kasih rubuh itu saluran to, makanya tukang dong lari. Itu di tahun 2018 akhir atau tahun 2019 awal, tapi yang pasti, nanti saya tanya tukang dulu, karena selama ini saya tidak ke lokasi, tetapi barang-barang proyek masih di lokasi sana,” jelas pemilik CV. Mario ketika dihubungi, Rabu (26/5).

Lebih lanjut, pemilik CV. Mario menjelaskan, di saat dia tahu ada temuan dari Inspektorat Malaka, ia menyampaikan kepada Kades untuk diselesaikan pekerjaannya.

“Saya sampaikan ke pak Kades, kok tukang ada, bahan ada, semua lengkap. Kenapa tukang tidak selesaikan proyek itu. Saya juga pusing, itu orang bekin kita kena masalah saja, padahal semua material untuk kerja proyek ada,” kata pemilik CV. Mario itu.

Walau demikian, pemilik CV. Mario membenarkan terkait anggaran proyek yang diserahkan Agustinus di halaman Bank NTT Betun.

“Yah, dia harus bayar itu semen, dia harus bayar batu pasir. Nanti saya mau bayar sopir pake apa coba, yah saya sudah kerja yah harus bayar. Kalau uang sudah cair harus kasih e, ko saya mau bayar frak oto pakai apa,” tegas pemilik CV. Mario. (Laporan: SB/Editor: Kaka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here