Betun, Gardamalaka.com – Dosen Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang mengadakan Seminar Lokakarya dan penjajakan kebutuhan guru akan pengetahuan dan keterampilan program digitalisasi sekolah dan pengelolaan pembelajaran jarak jauh (PJJ), Jumat (28/5/2021).

Program digitalisasi sekolah dan pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (daring) yang diinisiasi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Undana Kupang itu menyasar daerah terdepan, terluar dan terdalam (3T) di daratan Timor Nusa Tenggara Timur-NTT, yakni kabupaten Malaka, TTU dan Belu.

Ketua tim seminar lokakarya dan penjajakan digitalisasi sekolah, Drs. John Wem Haan, M.A, Ph.D mengatakan pihaknya menyambut baik program kementerian yang memprioritaskan daerah 3T ini.

“Kita berupaya untuk menyambut program Kemendikbud dan Kemenkominfo untuk melakukan digitalisasi sekolah-sekolah di Indonesia dan sekaligus pembelajaran jarak jauh dalam jaringan ini. Lebih menarik, yang kita suka adalah prioritas daerah 3T,” papar Dosen John Wem Haan.

Daerah yang disasar, tambah dia, adalah tiga kabupaten: Malaka, TTU, dan Belu.

“Untuk daratan Timor, dan kali ini kita memilih di daerah 3T dulu. Tahap pertama ini kita akan cari tahu, kebutuhan guru akan digitalisasi pelajaran secara daring itu seperti apa? Literasi digital guru, pengetahuan digital guru sampai di mana,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, guru harus di depan untuk ciptakan generasi digital. Kalau tidak, digital bisa saja salah arah, karena generasi berikut menunjukkan generasi digital.

“Digital ada surga dan neraka. Tanpa campur tangan guru, anak-anak mau ke mana. Bagaimana membangun generasi yang memiliki kecerdasan intelektual, moral dan terampil?,” timpalnya.

Bicara digitalisasi, kata Dosen John Wem Haan, ada dua aspek database digital: belajar secara digital, dan mengelola pembelajaran secara digital.

“Ini yang perlu kita cari tahu dan kita benahi, karena kendalanya, guru-guru sendiri belum punya kompotensi literasi digital,” ujarnya.

Ia menyatakan, pihaknya saat ini, bersama-sama guru membenahi soft skill yang dimiliki guru agar bisa mengoperasikan database digital untuk kepentingan sekolah, dan bisa mengopersikan pembelajaran secara online jarak jauh.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten II Silvester Leto S.H., M.M, saat ditemui media menyatakan, Pemda (Malaka) melihat kegiatan ini sebagai kegiatan yang positif, terkait dengan sumber daya manusia, dalam hal ini program digitalisasi sekolah.

Leto menambahkan, digitalisasi ini merupakan terobosan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan demi teknologi informasi dan komunikasi di sekolah, sehingga para guru tidak ketinggalan, dan dari hari ke hari selalu mengikuti perkembangan teknologi modern di sekolah.

Ia menghimbau para Kepala Sekolah dan para guru perlu memiliki kompetensi literasi digital sehingga anak-anak bisa mengikuti.

“Pemda Malaka akan mengupayakan bagaimana program internet di kabupaten Malaka; dalam hal ini untuk memperluas jaringan internet.

“Melalui kementerian, kita selalu meminta untuk dibantu memperluas jaringan internet di seluruh kecamatan. Sehingga sekolah-sekolah yang ada di desa atau di kecamatan bisa mengikuti program digitalisasi ini,” papar dia.

Silvester Leto mengakui, memang belum semua anak-anak memiliki handphone Android. Namun yang lebih penting, tambahnya, sudah harus ada jaringan.

“Karena sesuai kondisi saat ini sekolah-sekolah masih susah mengikuti. Dan Pemda Malaka akan terus mengupayakan perluasan jaringan itu,” tutupnya. (GM/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here