Betun, Gardamalaka.com – Lumpur yang memenuhi seluruh ruangan kelas Sekolah Dasar Katolik (SDK) Bolan-Fahiluka-Malaka Tengah sudah dibiarkan sebulan mengendap semenjak banjir bandang yang melanda Malaka awal April 2021 lalu.

Selama sebulan itu, baru ada dua ruangan yang berhasil dibersihkan pihak sekolah.

Menurut informasi yang dihimpun, kedua ruangan kelas itu disiapkan untuk ujian para siswa.

Tak ada bantuan berarti yang datang dari para pihak untuk membantu memulihkan kondisi sekolah usai banjir.

Sedangkan, kondisi sekolah begitu memprihatinkan. Banyak fasilitas sekolah rusak berat akibat terendam banjir dan lumpur. Mulai dari meja, bangku, papan tulis, almari, hingga buku-buku pelajaran.

Situasi saat Pembersihan Lumpur Banjir di SDK Bolan Malaka (GL)
Situasi saat Pembersihan Lumpur Banjir di SDK Bolan Malaka (GL)

Merespon informasi itu, Mahasiswa dan Dosen Prodi Pendidikan Matematika Unimor Kefamenanu, segera mengambil sikap dan merencanakan pengabdian Dosen dan Mahasiswa di lokasi tersebut.

Tak butuh waktu lama, sebanyak 15 Dosen dan 40 Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika Unimor mendatangi SDK Bolan, Sabtu (8/5/2021), sekira pukul 11:00 WITA.

Di antara para Dosen itu hadir Koordinator Prodi Pendidikan Matematika: Oktovianus Mamoh, M.Pd., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan: Elsa Kristanti, M.Psi, dan Dekan FIP Unimor: Blasius Atini, M.Sc.

Dua Bocah Siswa SDK Bolan yang Ikut Membersihkan Sekolahnya (GL)
Dua Bocah Siswa SDK Bolan yang Ikut Membersihkan Sekolahnya (GL)

Terpantau media ini, setibanya di lokasi, rombongan Dosen dan Mahasiswa langsung ‘mengerubungi’ ruang-ruang kelas SDK Bolan untuk membersihkan endapan lumpur, dibantu beberapa siswa SMA Negeri Bolan dan SDK Bolan.

Kepada awak media, Oktovianus Mamoh, M.Pd selaku Koordinator Program Studi mengatakan, pihaknya merasa terpanggil untuk mengabdi buat Malaka walau sehari saja. Dan secara kebetulan pengabdian itu dilakukan melalui kerja bakti di SDK Bolan.

“Kami sebagai warga akademis merasa terpanggil untuk memperhatikan fasilitas-fasilitas pendidikan, seperti halnya sekolah ini (SDK Bolan),” ujar Oktovianus Mamoh.

Ia menambahkan, memang bakti ini terlihat tidak luar biasa. Tapi paling tidak, hal ini meringankan beban para guru dan siswa untuk kembali menata dan membenahi sekolah itu.

Dekan FIP Unimor Blasius Atini, ketika ditanyai awak media mengaku bahwa kerja bakti ini dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Dirinya berharap, tindakan kecil yang dilakukan pihaknya hari ini (Sabtu, red) memberi manfaat bagi warga di Bolan.

“Semoga tindakan kecil kami ini memberi manfaat, khususnya bagi warga (sekolah) di Bolan, dan di Malaka umumnya,” tutupnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here