Kefamenanu, Gardamalaka.com – SMAN 1 Kefamenanu menyabet juara pertama dalam lomba debat Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang digelar MKKS (musyawarah kerja kepala sekolah) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Jumat (30/4/2021).

Perlombaan yang dihelat selama 2 (dua) hari tersebut benar-benar menguras energi dan pikiran. Pasalnya, peserta yang berlomba dalam putaran final hari ini (Jumat, red) memiliki keunggulan masing-masing yang tak bisa dielakkan.

Theofrida Matilda Kefi, S.Pd, Guru Pendamping dalam lomba debat bahasa Inggris mengaku bangga melihat hasil yang dicapai anak-anak didiknya.

“Saya senang dan bangga, anak-anak saya berhasil meraih juara satu dalam lomba debat bahasa Inggris,” ujarnya.

Ia mengaku, ke depan pihaknya akan terus berupaya menggenjot kemampuan para siswa agar terus berprestasi.

Sementara itu, para peserta yang lomba yang berhasil ditemui media ini menyatakan senang bisa berada pada titik ini.

Pengakuan itu datang dari salah satu peserta, Nofal Nugraha bersama kedua rekannya, yakni Silvia Nurak Banunaek dan Kristafora Cesilia Naisanit.

Nofal mengaku senang karena upaya dan pengorbanannya bersama teman-teman selama ini berbuah manis.

Perasaan yang sama dialami Yustina Bitin Berek, S.Pd selaku guru pendamping dalam lomba debat bahasa Indonesia.

Kebanggan itu bukannya tanpa alasan. Selain meraih juara satu dalam lomba debat bahasa Inggris, Yustina bangga karena anak-anak didiknya di SMAN 1 Kefamenanu berhasil juga menyabet juara satu dalam lomba debat bahasa Indonesia.

“Saya sangat senang karena sekolah kami meraih beberapa peringkat. Pertama, juara satu lomba debat bahasa Inggris. Kedua, juara satu dalam lomba debat bahasa Indonesia,” ungkap Yustina.

Ditanya apakah sekolah akan terus mendampingi siswa dalam persiapan menjelang perlombaan di tingkat provinsi, Yustina mengatakan bahwa sekolah pasti akan terus melakukan pendampingan dan memberikan suport.

Salah satu peserta debat lomba bahasa Indonesia, Barbara Viola G.T Bouk mengungkapkan kebahagiaannya bisa menjuarai lomba debat bahasa Indonesia.

Meski demikian, Viola bersama kedua rekannya Agnesia Widianingsi Babu dan Camelia Melkitidis Ukat berharap sekolah tetap memberi waktu dan ruang agar mereka terus belajar dan beprestasi.

“Kami harap sekolah terus memberi kami kesempatan belajar untuk semakin meningkatkan kemampuan kami dan terus berprestasi, apalagi dalam menghadapi perlombaan di tingkat provinsi nanti,” pungkas Viola. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here