KEFAMENANU, GARDAMALAKA.COM – Peringati Hari Perempuan Internasional (Women’s Day), Dewan Pengurus Komisariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Timor (Unimor) Kefamenanu menggelar aksi bagi-bagi bunga untuk kaum perempuan.

Aksi sosial ini digelar di beberapa tempat, di antaranya Bundaran KM 09 jurusan Kupang, Terminal Bus Kefamenanu dan juga beberapa OPD yang ada di wilayah Kabupaten TTU pada Senin (8/3/2021).

Yoseph F. Takeleb, selaku Ketua DPK GMNI FEB – Unimor, dalam rilisnya yang diterima Wartawan media ini mengungkapkan bahwa hari ini (Senin, red) merupakan momentum yang bersejarah sehingga pihaknya melakukan peringatan dengan mengusung tema “Choose to Challenge” (Memilih Untuk Menantang).

“Hal ini membuat kami Dewan Pengurus Komisariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Timor melakukan sebuah tindakan dan aksi peduli kepada perempuan di seluruh dunia dengan membagikan sekuntum Bunga sebagai bentuk perjuangan dan penghargaan terhadap perempuan,” jelas Takeleb.

Yoseph melanjutkan bahwa tidak ada kehidupan di dunia ini tanpa sosok perempuan yang adalah tiang kehidupan bangsa. Selain itu juga perempuan adalah sosok makhluk yang memiliki hak untuk hidup, hak untuk mendapatkan kebahagiaan, perlindungan dan keadilan.

“Perempuan adalah sosok yang harus merdeka. Merdeka dalam hal tidak ditindas, dianiaya, dan dilecehkan di mata hukum; selain itu juga perempuan dan laki-laki memiliki hak atau kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” ungkap Takeleb.

Menurut dia, apabila terjadi diskriminasi terhadap perempuan, hal itu merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak asasi perempuan.

“Realita yang terjadi hari ini, terdapat beberapa kasus yang mendiskriminasikan perempuan. Hal ini secara langsung merendahkan harkat dan martabat seorang perempuan,” ujarnya.

Dalam aksi ini, DPK GMNI FEB Unimor juga melayangkan 4 (empat) poin pernyataan sikap sebagai berikut.

1. Mengecam keras tindakan penganiayaan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh setiap oknum dengan tindakan yang keji dan tidak manusiawi kepada semua perempuan yang berada di Indonesia khususnya Kabupaten TTU, karena tindakan tersebut termasuk pelanggaran Hak Asasi Perempuan yang termaktub dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM.

2. Menghimbau kepada POLRES TTU untuk mengusut tuntas setiap kasus yang terjadi dan memberikan sanksi bagi pelaku sesuai pasal 285, 286, 288 ayat (1), (2), (3) dan 289 KUHP tentang Kekerasan dan Pemerkosaan terhadap Perempuan.

3. Menghimbau kepada Yayasan Amnau Bife Kuan (YABIKU) dan Lembaga Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (LP3A) Kefamenanu untuk lebih aktif dalam menyikapi persoalan diskriminasi terhadap Perempuan yang terjadi di Kabupaten Timor Tengah Utara.

4. Menghimbau kepada Dinas/Lembaga Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (LP3A) Provinsi NTT untuk bertindak responsif dalam menangani dan menyelesaikan kasus-kasus kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan yang terjadi di sekitaran wilayah Provinsi NTT, khususnya di Kabupaten TTU.

DPK GMNI FEB Unimor pun berharap agar dengan momentum perayaan Hari Perempuan ini dapat mengingatkan semua pihak tentang betapa penting peran perempuan dalam suatu Negara.

“Sebab The Founding Father kita, Bung Karno menitipkan amanah kepada kita bahwa jika perempuan itu baik, maka jayalah Negara, tetapi jika perempuan itu buruk maka runtuhlah Negara,” pungkas aktivis GMNI Cabang Kefamenanu itu.

Untuk diketahui, Women’s Day adalah hari yang bersejarah bagi perjuangan perempuan di berbagai penjuru dunia, yang memperjuangkan keadilan dalam kehidupan sosial. (Jhovan/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here