Dugaan penipuan yang dilakukan AMM dan MRA dengan korban para sopir travel Malaka akhirnya berhasil sampai ke tangan polisi. Pelaku dikenakan pasal penipuan dan penggelapan.
KUPANG, GARDAMALAKA.COM – Dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang dialami korban 13 orang sopir travel Malaka telah ditangani dan diperiksa Ditreskrimum Polda NTT.

Kepada dua orang pelaku yang melakuan dugaan tindak pidana penipuan, yakni AMM dan MRA, diterapkan KUHP.

Ini sebagaimana dimaksud dalam pasal 372 dan atau pasal 378, dengan ancaman pidana penjara maksimal 4 tahun.

Barangsiapa dengan sengaja memiliki dengan melawan hak sesuatu barang yang sama sekali atau sebagiannya termasuk kepunyaan orang lain dan barang itu ada dalam tanganya bukan karena kejahatan, dihukum karena penggelapan, dengan hukuman penjara selama-lamanya 4 (empat) tahun (Pasal 372 KUHP).

Barang siapa dengan maksud hendak menguntungkan diri sendiri atau orang lai dengan melawan hak, baik dengan memakai nama palsu atau keadaan palsu, baik dengan akal dan tipu muslihat, maupun dengan karangan perkataan-perkataan bohong, membujuk orang supaya memberikan sesuatu barang, membuat utang atau menghapuskan piutang, dihukum karena penipuan dengan hukuman penjara selama-lamanya 4 (empat) tahun (Pasal 378 KUHP).

Pantauan media, Kuasa Hukum sopir Travel Malaka, Yulianus Bria Nahak S.H., M.H mendatangi Polda NTT, Sabtu (27/2/2021) siang.

Kedatangan Yulianus bertujuan untuk mendampingi para sopir Travel Malaka dalam proses pemeriksaan yang dilakukan Ditreskrimum Polda Nusa Tenggara Timur.

Begini Kata Kuasa Hukum

Kepada media ini, Yulianus menuturkan, dari ketiga belas Sopir Travel Malaka yang ditipu oleh AMM dan MRA dengan modus yang sama, sudah diperiksa 6 orang korban.

“(Korban) lainnya segera menyusul untuk diperiksa karena mereka masih dalam perjalanan dari Malaka ke Kupang,” tandas Pengacara muda itu.

Menurutnya, kasus penipuan yang dilakukan AMM dan MRA merupakan penipuan berantai. Pasalnya banyak korban yang ditipu oleh kedua pelaku dalam kasus ini.

Karena itu, Yulianus selaku kuasa hukum korban meminta agar Penyidik Polda NTT serius dan profesional dalam menangani perkara itu.

“Penyidik harus serius mengangani perkara ini secara profesional. Karena modus yang dilakukan pelaku sangat luar biasa, bahkan Hotel Neo Aston Kupang pun ditipu AMM dan MRA,” kata dia.

Pihaknya selaku kuasa hukum sangat berterima kasih kepada Pihak Kepolisian (Polda NTT) yang sangat cepat menangani perkara ini dan menangkap pelaku AMM dan MRA.

Selain itu, ia berharap agar uang para korban yang raib ditipu pelaku AMM dan MRA segera dikembalikan.

“Kami berharap agar uang yang ditipu oleh AMM dan MRA dikembalikan kepada pihak korban,” ujar Yulianus mengakhiri. (GM/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here