ATAMBUA, GARDAMALAKA.COM – Tim sukses (Timses) pasangan calon Stefanus Bria Seran-Wendelinus Taolin (SBS-WT) dituntut 36 bulan penjara ditambah denda uang senilai Rp 250 juta oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Hal ini diketahui saat JPU, Jhon Merdiosman Purba, S.H membacakan materi tuntutan di Pengadilan Negeri Kelas 1B Atambua, Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa (5/1/2021).

Sebagaimana diketahui, setelah kalah di Pilkada Malaka berdasarkan Pleno KPU Malaka pada Rabu (16/12/2020) lalu, Pasangan Calon (Paslon) Nomor Urut 2, SBS-WT akhirnya menggugat KPU Malaka ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Sementara itu, Yohanes Bria Klau (YBK) alias Bei Ulu yang diduga kuat tim sukses (timses) SBS-WT terpaksa dihadapkan ke meja hijau karena terlibat money politics atau politik uang.

Terkait dugaan politik uang tersebut, YBK pun dihadapkan pada persidangan pertama di Pengadilan Negeri (PN) Atambua pada Senin (4/1/21) pukul 10.00 WITA, dengan agenda pembacaan dakwaan, dilanjutkan pemeriksaan saksi-saksi dan terdakwa.

Sidang kedua dilanjutkan pada Selasa (5/1/2021) dengan agenda sidang pembacaan tuntutan. Sidang dipimpin oleh Hakim Ketua, Gustav Bless Kupa, S.H didampingi dua Hakim Anggota, Sisera S. N. Nenohayfeto, S.H dan Olyviarin Rosalinda Taopan, S.H.

Pada sidang kedua ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Jhon Merdiosman Purba, S.H membacakan materi tuntutan sebagai berikut:

MENUNTUT: Supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Atambua yang memeriksa dan mengadili perkara memutuskan :

1. Menyatakan Terdakwa YOHANES BRIA KLAU alias BEI ULU terbukti bersalah melakukan tindak pidana pemilihan kepala daerah sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 187 a Ayat (1) Jo Pasal 73 Ayat (4) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati Dan Walikota Menjadi Undang-Undang;

2. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa YOHANES BRIA KLAU alias BEI ULU dengan pidana penjara selama 36 (tiga puluh enam) Bulan penjara, dipotong masa penahanan dengan perintah agar terdakwa tetap dalam tahanan dan pidana denda sebesar Rp. 250.000.000 (dua ratus lima puluh juta rupiah) subsider 1 (satu) bulan kurungan dan memerintahkan Terdakwa tetap ditahan:

3. Menyatakan barang bukti berupa:

  1. 15 (lima belas) lembar uang kertas pecahan seratus ribu rupiah: Dirampas untuk negara.
  2. 1 (satu) lembar print out screenshot foto penyerahan uang: Dilampirkan dalam Berkas Perkara.
  3. 1 (satu) unit Handphone merk VIVO warna hitam. Dikembalikan kepada pemilknya Vinus Bere alias Maken.

4. Menghukum terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp 2.000 (dua ribu rupiah).

Informasi yang dihimpun media bahwa hari ini, Rabu (6/1) tepat pukul 15.00 WITA dilanjutkan sidang dengan agenda pembacaan nota pembelaan atas tuntutan Jaksa. (Tim/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here