Ketua DPC Pospera Malaka, Wendy Bundoe dalam sambutan pembukaan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Pospera Malaka, Senin (4/1/2021) di Aula Susteran SSpS Betun (Foto: Tim)
Ketua DPC Pospera Malaka, Wendy Bundoe dalam sambutan pembukaan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Pospera Malaka, Senin (4/1/2021) di Aula Susteran SSpS Betun (Foto: Tim)

BETUN, GARDAMALAKA.COM – Pospera (Posko Perjuangan Rakyat) Malaka mendesak Kepolisian Republik Indonesia (Polres Malaka dan Polda NTT) untuk segera menuntaskan kasus pengeroyokan terhadap wartawan media online di Kabupaten Malaka pada Oktober 2020 silam.

Demikian ditegaskan Ketua DPC Pospera Malaka, Wendy Bundoe dalam sambutan pembukaan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Pospera Malaka, Senin (4/1/2021) di Aula Susteran SSpS Betun.

Di hadapan para ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Posepra Malaka dan anggota kepolisian yang hadir dalam kegiatan itu, Wendy menyampaikan agar kasus pengeroyokan wartawan gardamalaka.com atas nama saudara Yohanes Seran Bria alias Bojes pada tanggal 15 Oktober 2020 lalu, di Desa Haitimuk, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka, provinsi NTT, segera dituntaskan.

Hingga kini, kasus tersebut belum ada kejelasan, walaupun status para pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Para tersangka belum diamankan hingga sekarang, meskipun kasus ini sudah dilimpahkan ke Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketua DPC Pospera Malaka, Wendy Bundoe dalam sambutan pembukaan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Pospera Malaka, Senin (4/1/2021) di Aula Susteran SSpS Betun (Foto: Tim)
Ketua DPC Pospera Malaka, Wendy Bundoe dalam sambutan pembukaan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Pospera Malaka, Senin (4/1/2021) di Aula Susteran SSpS Betun (Foto: Tim)

Oleh karena itu, ketua Pospera Malaka dengan tegas menyerukan kepada pihak kepolisian agar kasus ini segera dituntaskan dan segera menahan tersangka, agar tidak meresahkan masyarakat Malaka.

“Pospera Malaka meminta dengan tegas agar kepolisian segera mengusut tuntas kasus pengeroyokan wartawan Malaka. Kami dari Pospera tidak akan diam, jika para tersangka masih dibiarkan berkeliaran”, ketus Wendy.

Untuk diketahui bahwa dalam kasus pengeroyokan tersebut ada tiga tersangka yang merupakan kader partai Golkar dan Simpatisan partai Golkar yang kini ditetapkan Polres Malaka sebagai tersangka, sebelum kasus ini dilimpahkan ke Dirkrimum Polda NTT.

Ketiga orang tersangka itu adalah, Raymundus Seran Klau (Anggota DPRD Kabupaten Malaka dari Fraksi Golkar), Sergius Fransiskus Klau alias Anarky (Ketua PAC partai Golkar Malaka Barat) dan Yohanes Seran alias Mugen (anggota Angkatan Muda Partai Golkar Malaka).

Sebelumnya, salah satu Kuasa Hukum Bojes, Yulianus Bria Nahak, S.H., M.H mengatakan bahwa tim hukum Bojes telah mendapat informasi dari pihak Polda NTT (Ditreskrimum) bahwa ketiga orang tersangka tersebut akan segera dipanggil pihak Polda NTT dalam waktu dekat. (Tim/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here