BETUN, GARDAMALAKA.COM – Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta untuk tegas menindak para pelaku pengeroyokan terhadap wartawan media online di Malaka oleh oknum kader partai Golkar.

Demikian diungkapkan Antonius Bria S.H., M.H., M.AP ketika dimintai tanggapan melalui WhatsApp, Sabtu (19/12/2020).

“Pada prinsipnya adalah penegekan Hukum kepada mereka semua yang telah melakukan tindakan penganiayaan/kekerasan,” ujar Advokat muda ini.

Antonius mengatakan, dirinya patut memberikan apresiasi kepada Polda NTT-Polres Malaka karena kasus pengeroyokan wartawan oleh ketiga kader Golkar Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih dalam proses penanganan, yang mana salah satu dari tiga orang tersangka adalah Anggota DPRD Malaka Fraksi Partai Golkar.

Antonius menegaskan, sepatutnya mereka yang menjadi Dewan perwakilan Rakyat (DPRD) itu perlu memberikan contoh yang baik kepada masyarakat agar masyarakat merasa tertarik atas pamor dan kewibawaan mereka sebagai wakil rakyat.

Dirinya meyakini bahwa partai besar seperti Golkar tidak mendidik kadernya untuk menjadi preman.

Bahkan, lanjut Antonius, Golkar dikenal sebagai Partai yang merakyat khusus di Kabupaten Malaka-NTT, akan tetapi masih ada Anggota DPRD yang gunakan atribut lengkap Partai Golkar ikut serta dalam kasus perngeroyokan, yakni Raymundus Seran Klau, terhadap wartawan gardamalaka.com Yohanes Seran Bria alias Bojes.

Namun menurut Antonius, ini bukan persoalan partai besar atau kecil, namun yang diharapkan adalah rasa keadilan bagi semua masyarakat.

“Karena hukum tidak akan mengenal siapa oknum yang berperan di balik tindakan tersebut. Tapi hukum adalah panglima bagi rasa keadilan, sebab ini (Indonesia, red) bukan negara Machtsstaat (berdasarkan kekuasaan belaka, red) tetapi negara Rechtsstaat (berdasarkan hukum, red),” tegasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa kasus pengeroyokan terhadap wartawan gardamalaka.com terjadi pada 15 Oktober 2020 lalu di Desa Haitimuk, Kecamatan Weliman.

Kasus tersebut sebelumnya ditangani Polres Malaka dan sudah ditetapkan tiga orang pelaku menjadi tersangka, yaitu Raymundus Seran Klau, Sergius Fransiskus Klau, dan Yohanes Seran.

Tapi sayangnya ketiga orang tersebut tidak ditindak/ditahan oleh Polres Malaka hingga kasus dilimpahkan ke Polda NTT dengan alasan Pilkada Malaka.

Walau sudah ada pelimpahan kasus ke Polda NTT, namun sampai hari ini Polda NTT belum melakukan penahanan terhadap ketiga tersangka. (Tim/Red)

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here