JAKARTA, GARDAMALAKA.COM – Kasus Dugaan Korupsi Bawang Merah akan segera diekspos Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) di Kejaksaan Tinggi NTT.

Demikian keterangan pers yang disampaikan Alfred Baun, selaku Ketua Aliansi Rakyat Anti Korupsi Indonesia (ARAKSI) Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (4/12/2020) usai bersepakat bersama Ketua KPK RI di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI), Jl. Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Jumat (4/11) pukul 09.10 WIB.

Kedatangan Ketua Araksi itu berdasarkan panggilan KPK RI terkait laporan kasus korupsi bawang merah di Kabupaten Malaka, NTT yang kini ditangani Polda NTT dan Kejati NTT.

Sebab kata dia, Kasus tersebut sudah dilaporkan sejak Rabu (19/8/2020) yang diketahui berdasarkan tanda terima surat bernomor registrasi 56/200, nomor surat 14 ARAKSI-VIII-2020.

Dengan sejumlah dokumen 3 rangkap dengan tujuan surat DUMAS KPK diterima pada Rabu (19/8) pukul 09.54 pengirim Alfred Baun (Araksi) dan penerima Zikrullah.

Kata Alfred, Araksi telah melakukan pertemuan dengan Pimpinan KPK dengan sejumlah Penyidik Junior di KPK pada Jumat (4/12/2020) pukul 09.10 WIB terkait laporan masyarakat bersama Araksi untuk dapat ditindaklanjuti.

Kasus bawang merah Malaka yang ditangani Kejati NTT dan Polda NTT itu, Araksi dan KPK sudah sepakat dan telah diagendakan pada tanggal 10 Desember 2020 akan dilakukan ekspos kasus bawang merah itu.

KPK-RI akan mengekspos kasus bawang merah itu di kantor Kejaksaan Tinggi NTT bersama Polda NTT, sesuai agenda yang telah disepakati itu.

Tujuan mengekspos itu tidak lain selain untuk memastikan, terkait 9 orang tersangka akan di-P21, serta melihat kembali berkas, terkait penambahan tersangka baru, dan siapa-siapa saja yang akan menjadi tersangka baru.

Kehadiran penyidik KPK itu, untuk menetralisir pihak Kejati dan Polda NTT terkait penanganan kasus bawang merah, dan KPK dipastikan akan tiba di NTT pada tanggal 9 Desember 2020.

Hasil dari ekspos atau gelar perkara tersebut akan disampaikan langsung oleh KPK, hal itu terkait adanya tersangka baru.

Menyangkut tersangka baru, Ketua Araksi mengatakan, dirinya tak bisa mendahului KPK.

“Soal tersangka baru, yang pastinya akan disampaikan langsung oleh penyidik KPK untuk mengurai bahwa kasus ini harus ditindak sesuai prosedur hukum yang berlaku,” kata Alfred.

Tujuan KPK pada intinya adalah kasus tersebut tidak menjadi stagnan dan tidak boleh terhenti prosesnya. Yang utama kasus ini harus segera di-P21 untuk dipersidangkan.

“Jadi terkait tersangka baru akan disampaikan penyidik KPK setelah melakukan ekspos bersama penyidik Kejati dan Polda NTT,” pungkasnya. (SB/Red)

1 COMMENT

  1. Selamat malam pak Alfred, salam hormat untukmu.

    Sebagai Masyarakat malaka, saya sangat mendukung perjuangan bapak. Walaupun APH lamban menanganni kasus korupsi benih bawang merah ini, tetapi bapak terus berjuang untuk mengusut hingga tuntas.

    Terima kasih bapak alfred, teruslah berkarya demi tercapainnya keadilan di tanah malaka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here