BETUN, GARDAMALAKA.COM – Warga Desa Harekakae mencegat petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) yang membagikan C6 Pemberitahuan di desa tersebut pada malam hari.

Demikian disampaikan Ketua Tim Pemenang Paket SN-KT, Hendrikus Fahik sekaligus sebagai Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Malaka Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang merupakan salah satu dari 3 (tiga) partai pengusung Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati, Dr. Simon Nahak S.H., M.H dan Louise Lucky Taolin.

Dirinya menilai ada indikasi kejahatan yang dilakukan oleh Ketua KPPS Desa Harekakae. Pasalnya, tanpa sepengetahuan KPU dan Bawaslu, KPPS membagikan C6 pada malam hari.

Disinyalir, Ketua KPPS adalah seorang ASN yang mana bapak kandungnya adalah Koordinator Desa untuk pasangan calon SBS-WT di Desa Harekakae Kecamatan Malaka Tengah.

Januaria Lay, ketika ditemui di kediamannya sepulang melakukan pelaporan di Bawaslu Malaka atas kejanggalan ini, Rabu (2/12/2020) membenarkan hal itu.

“Kejadian yang dilakukan oleh KPU melalui KPPS di Desa Harekakae, yaitu melakukan pembagian C6 dengan malam, pada pukul 20.30 Wita,” terang Januaria.

Ia menambahkan, pembagian C6 itu dilakukan dengan cara dipisah-pisahkan.

“Karena kami masyarakat melihat kejadian itu, kami juga perlu tanya; aturannya seperti apa, kami masyrakat juga mau tahu,” ungkapnya.

Dijelaskan, pihaknya lalu menanyakan petugas KPPS terkait pembagian C6.

“Setalah kami tanya petugas terkait dengan pembagian C6 dengan malam, dari KPPS satu katapun tidak jawab dan memberikan penjelasan; hanya diam membisu. Ini sebenarnya ada apa? karena pembagian C6 tidak sesuai aturan,” ketus Januaria.

Lebih aneh lagi, kata dia, saat pembagian tidak ada yang mendampingi dalam hal ini pengawas Desa.

Januaria menjelaskan, yang melakukan pembagian C6 berjumlah sekitar 4 orang, yang kesemuanya adalah anggota KPPS.

Alasan mereka membagikan dengan malam hari “karena siang panas”, kata Januaria menirukan jawaban Ketua KPPS.

Lagi, Ketua Tim Hendrikus Fahik menyampaikan pendapatnya terkait kejadian tersebut.

“Tindakan yang diambil oleh KPPS di Desa Harekakae, menurut kami sangat bertentangan dengan regulasi yang ada,” kata Hendrik.

Ditegaskan, pihaknya mencoba melakukan klarifikasi setelah pembagian model C6 oleh Ketua KPPS itu.

“Setelah kita klarifikasi dengan KPU dan PPK ternyata mereka juga tidak tahu,” ujar Hendrik.

Menurut dia, perbuatan yang dilakukan oleh Ketua KPPS itu terindikasi kejahatan, apalagi pembagian itu dilakukan dengan malam hari serta tidak diketahui oleh Panwas Desa. “Ini maksud apa?”, tohoknya.

“Jadi saya selaku Ketua Tim SN-KT meminta Bawaslu dan KPU memberikan sanksi yang tegas kepada petugas KPPS yang tidak profesional,” tegasnya.

Hendrik meminta ketegasan Bawaslu karena ketua KPPS adalah seorang ASN dan bapaknya adalah Koordinator Desa (Kordes) Harekakae untuk paket lain (SBS-WT).

“Jangan-jangan ini terpengaruh dengan orang tuanya? Ini perlu, kita mencurigai saja,” tutupnya. (Tim/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here