BETUN, GARDAMALAKA.COM – Warga Kecamatan Kobalima dan Kobalima Timur menyebutkan, hanya pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati, Dr. Simon Nahak-Louise Lucky Taolin, S.Sos (Paket SN-KT) yang menjadi pemimpin berbudaya. Karena itu, masyarakat bertekad akan mengusir bentuk penjajahan baru yang tidak bermoral.

Demikian simpulan pendapat yang mengemuka dalam orasi saat kampanye pasangan calon (paslon) SN-KT di Kecamatan Kobalima dan Kobalima Timur, Minggu (22/10/2020).

Pemangku Adat Nai Kolibein, Karlus Pareira dalam kata penyambutan saat kampanye Paket SN-KT di Desa Alas Selatan, Minggu (22/10) mengatakan bahwa pengaruh luar mempengaruhi budaya dan adat-istiadat setempat. Adat dan budaya mulai tenggelam karena pengaruh luar dan bentuk penjajahan.

“Kekuasaan digunakan secara salah untuk menindas rakyat dan hak-hak adat-budaya. Sehingga, Malaka butuh pemimpin yang memiliki visi membangun budaya,” ujarnya.

Menurut Kolibein, pemimpin yang berbudaya dapat menjamin hak-hak masyarakat dalam pembangunan.

Sementara, tokoh pemuda Kobalima, Patris Bere mengatakan bahwa warga cukup merasakan tekanan politik yang sifatnya balas dendam sehingga tidak menikmati keadilan sosial.

“Masyarakat dan para aparat sipil negara (ASN) ditindas karena praktek-praktek kuasa pemerintah yang tidak adil. Sehingga, masyarakat wajib memilih SN-KT agar bisa merubah situasi ketidakadilan sosial yang dirasakan saat ini,” papar Patris.

Menurut dia, paket SN-KT adalah calon pemimpin yang bisa memberi jaminan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat tanpa penjajahan yang tidak bermoral.

Dalam kesempatan orasi, Politisi asal Kobalima, Ajido Manek mengatakan, tekanan aparat pemerintah cukup dirasakan masyarakat.

Bagi Manek, majunya SN-KT sebagai calon pemimpin Malaka adalah momentum ketibaan, dan kini saatnya untuk SN-KT dipilih.

Senada, Calon Bupati (cabup) Malaka, Simon Nahak dalam orasi politiknya mengatakan bahwa Pilkada menjadi momen untuk memilih pemimpin atas dasar konstitusi. Pilkada menjadi kesempatan untuk mengusir penjajahan yang tidak bermoral.

Sehubungan dengan itu, Cabup Simon mengajak warga Kobalima untuk memperkokoh adat dan budaya dalam pembangunan Kabupaten Malaka ke depan.

Dibeberkannya, membangun masyarakat sangat dibutuhkan sikap budaya seperti saling menghormati dan menghargai. Sikap budaya ini mendasari perihal partisipasi masyarakat dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pembangunan.

Selain menyoroti pentingnya budaya, Cabup Simon mengemukakan adat, alam dan Allah yang disebutnya 3A. Tiga unsur substansial ini tidak boleh dilupakan dalam membangun masyarakat karena penyangga kuat kehidupan. (Tim/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here