BETUN, GARDAMALAKA.COM – Tim Hukum Paket Simon Nahak-Kim Taolin (SN-KT) akhirnya menanggapi serius aksi pelemparan batu terhadap rombongan relawan SN-KT yang terjadi di jalan umum Haitimuk, depan rumah Bupati nonaktif, Stefanus Bria Seran (SBS).

Langkah tersebut diambil menyusul keinginan besar masyarakat Malaka yang sungguh-sungguh berharap akan hadir dan terciptanya pilkada damai.

Akan tetapi, harapan ini seolah belum akan terwujudkan. Fakta di lapangan terjadi lain.

Tanggal 12 Oktober 2020, ada kejadian memilukan dan memalukan. Di depan rumah SBS dan Sekretariat Pemenangan SBS-WT terjadi aksi pelemparan batu terhadap rombongan massa SN-KT.

Informasi yang dihimpun, pelemparan terjadi sekembalinya massa paket SN-KT dari kampanye di Kecamatan Wewiku.

Ferdinandus E. Tahu Maktaen, Tim Hukum SN-KT ketika dikonfirmasi melalui telefon seluler, Senin (12/10/2020) menyampaikan bahwa pihaknya sebagai tim hukum SN-KT sangat menyesalkan tindakan pelemparan yang dilakukan di depan rumah jabatan bupati dan sekretariat pemenangan paket SBS-WT.

“Kami dari tim hukum minta untuk Devi H. Ndolu sebagai Ketua Tim dan dr. Stef Bria Seran sebagai calon bupati segera menyerahkan pelaku, karena ini terjadi di depan sekretariat,” tegas Ferdy Maktaen.

Tim Hukum SN-KT meminta dalam waktu 1 x 24 jam SBS dan Devi Ndolu harus menyerahkan pelaku pelemparan tersebut.

“Kami tim hukum sangat menyesalkan tindakan ini,” tambah Ferdy kesal.

Menurutnya, tindakan ini sudah mencoreng kesepakatan dalam hal deklarasi kampanye damai. Oleh karena itu, tindakan ini harus direspon oleh Kapolres untuk segera dituntaskan.

Ferdy Maktaen pun mengemukakan alasan pihaknya meminta SBS yang pada saat itu hadir, dan Devi Ndolu sebagai ketua tim untuk segera meyerahkan pelaku pelemparan.

“Karena persoalan ini berada di depan sekretariat pemenangan SBS-WT; selain itu, bahwa sudah beredar di berita-berita terkait dengan keadaan ini. Kami anggap (tindakan) ini adalah sebuah perencanaan,” jelas Ferdy.

Ia pun menghimbau kepada pihak kepolisian untuk segera bertindak.

“Sekali lagi, ini sebuah perencanaan. Jadi, kami mohon untuk Kapolres harus segera ambil tindakan,” ketus dia.

Pihaknya sebagai tim hukum juga mengutuk keras tindakan para pelaku ini, dan meminta dengan tegas SBS dan Devi Ndolu sebagai ketua tim untuk segera menyerahkan pelaku.

“Kami yakin, mereka (SBS dan Devi Ndolu) tahu, karena apa? Menurut informasi, SBS ada di lokasi saat itu, dan tidak respon soal kejadian ini. Jadi, kami minta pertanggungjawaban SBS sebagai calon Bupati dan Devi sebagai Ketua Tim,” ujar Pengacara kondang ini mengakhiri. (Tim/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here