KEFAMENANU, GARDAMALAKA.COM – Ketua Umum (Ketum) Pembela Pancasila Sakti (BELATI) NTT, Rikhardus Bria Seran, S.E., M.M menyoal dua peristiwa ‘pelemparan batu’ di Malaka.

Saat dijumpai di kediamannya, Selasa (13/10/2020) Rikhardus Bria Seran (Ricky Bria) menyampaikan, tindakan pelemparan batu, baik di Kobalima beberapa waktu lalu maupun di Haitimuk, merupakan tindakan yang menciderai demokrasi.

Menurutnya, demokrasi di Indonesia, khususnya Malaka sedang diupayakan untuk menjadi semakin sehat. Karena itu, tidak boleh ada satu tindakan pun yang boleh menodai upaya penyehatan demokrasi ini.

“Kita tahu, semua elemen di negara ini sedang berupaya menyehatkan demokrasi. Di Malaka, kita sedang dalam tahapan demokrasi (pilkada). Maka jangan lagi ada oknum yang mencoba menodainya agar demokrasi di Indonesia dan Malaka menjadi sehat,” tegas Ricky.

Lebih lanjut, terkait aksi pelemparan di Malaka, ia menegaskan bahwa tindakan tersebut sudah pada tataran premanisme. Sudah selayaknya penegak hukum tegas bertindak.

“Kejadian ini sudah masuk tataran premanisme. Saya harapkan pihak penegak hukum mengusut dan menindak tegas para pelaku,” tukas Alumnus Universitas Hasanuddin ini.

Ia pun menghimbau agar kubu kedua pasangan calon, baik SBS-WT maupun SN-KT menahan diri dan tidak bertindak provokatif, apalagi anarkis.

“Jangan ada yang bertindak provokatif dan anarkis. Martabat demokrasi harus dijaga baik,” ujarnya.

Ricky berharap, demokrasi di Malaka harus dijalankan secara elegan, baik dan bertanggung jawab. Demokrasi harus dilangsungkan dalam kegembiraan dan dipenuhi sikap saling menghargai agar menjadi contoh bagi daerah lain.

“Karena demokrasi yang sehat dan berkualitas akan melahirkan kepemimpinan yang sehat serta pemimpin yang juga berkualitas,” pungkasnya. (JL/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here