KUPANG, GARDAMALAKA.COM – Ikatan Mahasiswa Malaka (IMMALA) Kupang mengutuk keras aksi pelemparan terhadap relawan Paket SN-KT (Simon Nahak-Kim Taolin) yang diduga dilakukan dari kediaman Bupati Malaka nonaktif, Stefanus Bria Seran (SBS) pada Senin (12/10/2020) kemarin sekira pukul 18.00 WITA.

IMMALA Kupang mengutuk keras, dan meminta aparat penegak hukum menindak dengan tegas oknum yang melakukan tindakan premanisme yang ditandai aksi pelemparan terhadap kubu 2 (dua) pasangan calon (paslon), baik yang terjadi sebelumnya di Kobalima Timur terhadap rombongan SBS-WT, maupun di Haitimuk, tempat tinggal Bupati incumbent SBS terhadap rombongan SN-KT.

Pernyataan kutukan ini dikemukakan lantaran kontestasi politik di Kabupaten Malaka saat ini sedang mempertontonkan  demokrasi yang tidak bermartabat dengan aksi tak terpuji oleh oknum tak bertanggung jawab.

Akibatnya, tuding-menuding antara pendukung dua paslon di Malaka pun tak terhindarkan. Para politisi lebih memilih fokus pada aksi pelemparan ketimbang memberi edukasi politik yang santun dan bermartabat terhadap masyarakat.

IMMALA Kupang juga menyesalkan aksi tak terpuji yang sementara dipertontonkan, mewarnai pesta rakyat di Kabupaten Malaka. Lebih-lebih aksi pelemparan terhadap mama-mama yang melintas di jalan umum Haitimuk.

Ketua Umum IMMALA Kupang, Very Manek, Selasa (13/10) menegaskan, jangan sesekali menyakiti ibu kita sendiri. Aksi tak terpuji ini pun dinilainya menjadi pertanda nurani telah mati.

“Bagaimana bisa, lakukan ini terhadap ibu-ibu yang sama seperti ibu dari oknum tersebut,” tegas aktivis asal Kobalima itu.

Menurut dia, aksi membalas lempar batu (setelah pelemparan di Kobalima, red) merupakan ketidakdewasaan dan ketidakpahaman oknum masyarakat akan berpolitik yang pada akhirnya melecehkan nilai demokrasi.

“Hal ini merupakan tanggungjawab semua elemen untuk memberikan pendidikan politik agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari,” tegas Mahasiswa Unwira Kupang tersebut.

Ia mengaku, mendukung aparat penegak hukum agar segera menuntaskan konflik tanpa ada masalah baru di tengah situasi politik yang sedang memanas.

Very Manek berharap agar menciptakan demokrasi yang sehat tanpa harus saling menghujat apalagi sampai harus melakukan tindakan anarkis.

“Mari, tawarkan konsep atau pun visi-misi,” Very mengajak.

Ia menyatakan, demi perubahan dan perkembangan Malaka bukan dengan cara mempertontonkan hal buruk kepada masyarakat, melainkan harus ditunjukkan cara-cara elegan dan bermartabat. (Tim/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here