KEFAMENANU, GARDAMALAKA.COM – Universitas Timor (Unimor) Kefamenanu, salah satu universitas negeri di Nusa Tenggara Timur ini dipastikan lolos seleksi LPDP Program Kampus Mengajar Perintis yang diprogramkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia.

Lolosnya Unimor dalam program tersebut ditandai dengan pengumuman hasil seleksi oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dirjen Dikti dengan Nomor: 2801/E2/KM/2020 pada Minggu (4/10/2020).

Unimor akhirnya mengukir satu lagi prestasi berlevel nasional lantaran berhasil mewakilkan 25 peserta dari total 2500 peserta yang lolos seleksi dalam program ini.

Saat diwawancarai awak media, Senin (5/10/2020), Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unimor, Blasius Atini, S.Pd., M.Sc mengatakan, pada prinsipnya Fakultas sangat mendukung proses ini.

Ia menyampaikan, awal menerima surat dari Direktur Belmawa Dikti pihak FIP melakukan seleksi mahasiswa secara internal sesuai pesyaratan dari Kementerian dan LPDP untuk kegiatan kampus mengajar perintis.

Selanjutnya, kisah Blas Atini, selaku pimpinan Fakultas dirinya memutuskan untuk ikut mendaftar sebagai peserta pada tanggal 4 September 2020.

Menyusul, pada 7 September 2020 Dekan FIP mengusulkan nama-nama peserta dan dosen pembimbing ke Direktur Belmawa Dikti untuk diseleksi LPDP.

FIP Unimor dan Perguruan Tinggi lain di seluruh Indonesia menunggu hasil seleksi selama sebulan dan baru pengumaman pada tangal 4 september 2020.

“Hasilnya, ada sebanyak 25 mahasiswa FIP kami lulus; sejak 5 Oktober sampai dengan tanggal 10 Oktober 2020 peserta yang lolos diberi pembekalan. Selanjutnya, mahasiswa akan diantar pihak FIP Unimor ke sekolah-sekolah dasar yang ditunjuk kementerian,” ujar Blas Atini.

Ia melanjutkan, mahasiswa akan mengajar di Sekolah untuk membantu para guru dalam proses pembelajaran dalam suasana covid-19.

“Melalui kegiatan ini mahasiswa diharapkan untuk mengembangakan kompetensi dan mengaplikasikan ilmunya di lapangan,” kata Dekan FIP, Alumnus UGM Yogyakarta ini.

Artinya, jelas Atini, mahasiswa sebagai konseptor dan aplikator di lapangan dengan tetap dibantu oleh guru di sekolah agar kelak mahasiswa semakin matang dalam bidang profesinya.

Ditambahkannya, ini adalah program pemerintah “merdeka belajar”. Ketika mereka ada di sekolah sebagian mata kuliah dikonversi untuk disesuaikan dengan sistem merdeka belajar.

Saat di sekolah, mahasiswa juga akan dibimbing oleh dosen pembimbing (DPL) yang diusulkan Fakultas ke kementerian.

“Usulan telah disetujui di mana 1 DPL mendampingi minimal 13 mahasiswa Unimor. Karena ada 25 mahasiswa maka kami usulkan 2 DPL; dan itu disetujui,” tukas Dekan FIP.

Menurut Blas Atini, tahun 2021 pihaknya akan menyeleksi lebih banyak mahasiswa dan akan melibatkan banyak dosen FIP Unimor sebagai DPL.

Apalagi, terang dia, dosen-dosen FIP dipenuhi para dosen muda dan energik untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan dari pemerintah pusat dalam bidang akademik.

Terkait pembekalan kepada mahasiswa, ia mengatakan, dengan pembekalan langsung dari kementerian termasuk Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan RI (Nadiem Makarim) sendiri sebagai pemateri dalam pembekalan tentu akan memotivasi dan memberikan arah yang pasti dan benar kepada mahasiswa FIP Unimor tentang mekanisme dan tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan kampus mengajar perintis.

“FIP unimor tentu merasa senang karena lolos dalam kegiatan Nasional. Hal ini akan memotivasi kami dan dosen- dosen untuk menyiapkan generasi masa depan yang unggul dan mampu bersaing secara nasional dan internasional,” ujar Blas Atini.

FIP Unimor patut berbangga, mahasiswa bisa bersaing secara Nasional.

“Sebenarnya mahasiswa kita mampu asal kita selalu mendampingi dan memotivasi mereka untuk bergerak menuju perubahan dengan menyiapkan mereka secara baik,” papar Blasius.

Menurutnya, mahasiswa harus disiapkan untuk menghadapi tuntutan kebutuhan pasar kerja.

“Alumnus FIP Unimor harus bisa terserap dalam dunia kerja di era revolusi 4.0. Dan karena itu dibutuhkan kerja sama dosen dan mahasiswa serta pihak Kemendikbud,” pungkasnya.

Senada, salah satu DPL, Faizal Arvianto, M.Pd ketika diwawancarai membenarkan lolosnya 25 mahasiswa Unimor dalam progam Kampus Mengajar Perintis (KMP) tersebut.

“Dan saya termasuk salah satu DPL yang ditunjuk oleh Dekan FIP. Kebetulan saya juga Koordinator Perguruan Tinggi untuk mengurusi program KMP di FIP Unimor dari awal adanya tawaran KMP oleh Kemendikbud,” ujar Faizal.

Ia mengakui, sejak awal adanya tawaran KMP, pihaknya selalu melakukan pendampingan dan berusahan semaksimal mungkin agar mahasiswa dapat lulus 100% dan mendapatkan pendanaan dari LPDP.

“Kami juga beberapa kali mengadakan pertemuan untuk berkoordinasi dan menyamakan persepsi agar data yang kami sajikan sesuai dengan yang diminta panitia seleksi KMP. Kami selama ini juga mengatur strategi agar penilaian LPDP terhadap kami dapat maksimal dan mendapatkan hasil terbaik,” ia menceritakan.

Koordinator KMP FIP Unimor ini bersyukur karena di saat mahasiswa kampus lain banyak yang gugur seleksi, mahasiswa FIP berhasil lulus sebanyak 25 orang dari kuota yang diberikan hanya 20 mahasiswa saja. “Itu artinya kelulusan mahasiswa di atas 100%,” kata dia.

“Ke depan, selama kegiatan KMP berlangsung kami DPL juga akan melakukan pendampingan dan monev (monitoring dan evaluasi, red) secara berkala,” tuturnya.

Faizal memaparkan, program KMP berbeda dengan PPL. Mahasiswa nantinya akan diperbantukan mengajar di SD yang terakreditasi maksimal B, dan tidak hanya mengajar sesuai bidang keilmuan. Akan tetapi membantu segala proses pembelajaran agar tetap lancar selama pandemi sekalipun itu di luar bidang keilmuannya.

“Ini wujud bakti mahasiswa pada masyarakat khususnya di masa pandemi seperti sekarang ini. Ini juga bentuk bantuan SDM dari negara kepada sekolah dasar yang dari segi sarana dan prasarana masih belum lengkap,” tutur dia.

Mas Menteri (Nadiem Makarim) ingin negara hadir dalam keresahan sekolah dasar yang kesulitan menerapkan pembelajaran jarak jauh atau menerapkan model pembelajaran alternatif lain yang sesuai dalam kondisi pandemi seperti saat ini.

Semoga dengan lulusnya mahasiswa FIP Unimor mengikuti kegiatan KMP ini, dapat menjadi kebanggaan bagi Unimor khususnya bagi keluarga besar FIP sebagai tempat mencetak generasi muda calon pendidik.

“Saya juga berharap kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari seluruh civitas akademik Unimor. Sehingga dalam perjalanannya nanti, program KMP dapat berjalan dengan baik, lancar, dan sukses,” tutup Faizal. (JL/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here