BETUN, GARDAMALAKA.COM – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) tingkat SMA/SMK Kabupaten Malaka gelar rapat terbatas (ratas) sebelum melaksanakan adaptasi di lingkungan sekolah masing-masing, Rabu (22/7/2020).

Ratas ini digelar lantaran persiapan pembelajaran di era tatanan baru menjadi suatu tantangan dalam dunia pendidikan.

Di kabupaten Malaka, aktivitas pada satuan pendidikan akan kembali dibuka setelah masa adaptasi kebiasaan hidup baru di lingkungan sekolah masing-masing selama 2 pekan terhitung dari tanggal 21 Juli 2020.

Dalam rapat MKKS, Antonius Atok Tahuk, S.Pd selaku Ketua MKKS tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Malaka menyampaikan hasil Rapat bersama Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH pada Selasa 21 Juli 2020 lalu.

“Terkait kesiapan Sekolah di tengah pandemi Covid-19, sekolah diharuskan untuk membiasakan siswanya untuk tidak berkerumun dan tetap menjaga jarak, mengatur cara duduk sesuai kondisi ruangan, dan jarak berbaris di halaman sekolah,” jelas Anton.

Hal tersebut, lanjutnya, akan dikontrol oleh pihak TNI, POLRI dan Polisi Pamong Praja Kabupaten Malaka dalam pelaksanaan masa uji coba ini.

“Uji coba atau masa adaptasi ini akan dilaksanakan di sekolah masing-masing selama 2 minggu dengan tujuan untuk membiasakan semua warga sekolah terutama para siswa untuk mencegah munculnya klaster baru penyebaraan Covid-19,” bebernya.

Selain itu, Anton menambahkan, kantin, asrama dan kegiatan ekstrakurikuler lainnya tidak diperbolehkan sebelum ada putusan rapat evaluasi di masa adaptasi.

Anton pun menyampaikan kebutuhan seperti pengadaan alat pengukur suhu tubuh, desinfektan dan kebutuhan lainnya sudah diataur dalam juknis BOS Kemendikbud.

“Jadi silakan atur di sekolah masing-masing,” kata dia.

Anton juga mengingatkan para kepala sekolah yang hadir bahwa selama masa adaptasi berlangsung penataan ruang belajar maksimal 15 samapai dengan 18 orang siswa pada setiap rombongan belajar.

“Sedangkan proses pembelajaran di sekolah telah disepakati dalam rapat menggunakan pembelajaran silang. Maka, jadwal pembelajaran disesuaikan,” tuturnya.

Sementara kesehatan siswa dan warga sekolah lebih diutamakan sebelum kegiatan pembelajaran di sekolah.

“Oleh karena itu, pihak sekolah koordinasikan untuk mendapat persetujuan dan izin dari orang tua siswa disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah dengan memperhatikan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan,” tutup Anton. (Che/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here