BETUN, GARDAMALAKA.COM – Puluhan warga Desa Oanmane Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka nekat membelah jalan raya untuk membuang air yang tergenang akibat hujan dan banjir beberapa hari lalu.

Aksi nekat warga ini dilakukan lantaran tidak ada drainase yang layak dan deker (duiker) yang dibangun sebagai saluran pembuangan air.

Akibatnya air tidak mengalir sehingga menimbulkan genangan yang dapat membahayakan keselamatan anak-anak, menghambat aktivitas; belum lagi tanam-tanaman warga akan membusuk dan mati teredam air hujan dan banjir.

Nikolas Nahak, salah seorang warga Desa Oanmane ketika ditemui media di lokasi, Senin (25/5/2020) menuturkan aksi nekatnya bersama warga lainnya tidak disetujui Kepala Desa.

“Sebelum kami semua melakukan aksi belah jalan itu, semua sempat tanyakan pada Kepala Desa Oanmane tapi Kades tidak mau untuk masyarakat lakukan hal itu,” jelasnya.

Niko menambahkan, warga terpaksa nekat belah jalan karena tak ada jalan lain yang bisa dilakukan.

“Masyarakat tidak ada pilihan lain lagi selain harus belah jalan untuk air yang tergenang bisa diteruskan ke laut. Ini juga demi antisipasi anak-anak supaya jangan terjadi hal-hal yang kita tidak inginkan karena berbahaya juga bagi kami, dan susah sekali untuk kami beraktivitas,” papar dia.

Ia menjelaskan, beberapa hari sesudah banjir air masih tetap tergenang, penuh di dalam rumah karena air tidak bisa mengalir.

“Makanya kami gali jalan. Sesudah itu, mungkin pemerintah tahu itu (upaya menggali jalan raya), lalu turunkan excavator untuk memperluas lagi. Dari kecamatan, juga dari PUPR Kabupaten Malaka sudah ke lokasi ini dan cek. Semoga ada solusi; tidak ada pun kami warga kumpul uang dan beli cincin untuk pake tutup kembali,” ujar Niko.

Ia mengimbuhkan, pilihan membelah jalan ini dilakukan daripada ia bersama warga lain menjadi korban genangan air, bahkan bisa mengancam nyawa.

“Lebih baik belah jalan sehingga air bisa terus ke laut,” tukasnya.

Tambahnya, “kami mayarakat semua siap tanggungjawab ketika ada persoalan dari Kades ataupun Pemda Malaka jika perbuatan kami ini melanggar aturan, dan tidak dipedulikan dari Pemerintah setempat (desa) bahkan kabupaten.”

Kepala Desa Oanmane Lukas Leky dikonfirmasi melalui telepon seluler, Selasa (26/5/2020) membenarkan warga sempat menemuinya sebelum aksi belah jalan raya.

“Ia betul, sebelum warga semua lakukan aksi belah jalan itu sempat ke rumah saya, dan sampaikan hal itu pada saya. Kemudian saya sampaikan lagi untuk pak Camat turun ke lokasi untuk cek lebih jelas,” ujarnya.

Beberapa saat Usai Excavator PUPR menggali memperluas Saluran Pembuangan Air, membelah Jalan Raya di Desa Oanmane (Foto: Jes)

Lanjut dia, persoalan tersebut sudah disampaikan Pemdes ke Kecamatan dan Pemda melalui PUPR sehingga mengirimkan excavator untuk menggali lebih luas lagi.

“Masyarakat juga sempat sampaikan mereka juga akan pake (gunakan) cincin untuk tutup kembali jalan yang mereka gali itu kalau tidak ada bantuan dari pemerintah,” beber Kades Lukas.

Akan tetapi, imbuh Lukas, Pemerintah merespon baik hal tersebut sehingga semua sudah ditangani Pemda.

“Bahkan sudah ada dari PUPR Malaka ke lokasi dan cek. Mungkin setelah air kering mereka akan kerjakan,” pungkasnya. (Jes/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here