BETUN, GARDAMALAKA.COM – Forum Malaka Bangkit mewarnai perayaan Paskah 2020 dengan melakulan aksi sosial membagi-bagikan sembilan bahan pokok (Sembako) kepada warga Malaka yang membutuhkan.

Aksi sosial ini juga dilakukan sebagai contoh bagi masyarakat Malaka untuk senantiasa peduli dengan sesama di sekitar, membagikan berkat yang diterima dari Tuhan secara cuma-cuma.

Demikian diungkapkan Ketua Forum Malaka Bangkit (FMB), Robertus Bria kepada gardamalaka.com, Minggu (12/4/2020) di Raimataus, Malaka Barat.

“Kita memberi kepada sesama di sekitar kita, dengan segala keterbatasan yang kita punya. Terutama menjadi sangat penting untuk saling berbagi dengan mereka yang berkekurangan makanan akibat Pandemi Covid-19 yang telah mendunia”, paparnya.

Robertus menjelaskan, aksi ini serentak dilakukan di beberapa wilayah sekaligus, yakni wilayah Malaka Tengah, Malaka Barat, Wewiku, Weliman, Rinhat dan Malaka Timur.

“Harapan kami, dengan aksi ini, semua tokoh, baik tokoh Pemerintah, tokoh masyarakat, para Pengusaha, singkatnya seluruh warga Malaka turut berpartisipasi dalam upaya bersama memutus mata rantai penularan Virus Corona dengan tetap tinggal di rumah,-mengupayakan Physical Distancing (jaga jarak),- yang akan berakibat pada hilangnya pekerjaan sebagian orang. Mari terus saling berbagi”, kata dia.

Sekretaris FMB, Wendy Bundaoe menambahkan, aksi ini adalah bentuk kepedulian pihaknya terhadap masyarakat yang terkena dampak covid-19 sekaligus sebagai bingkisan hari raya Paskah 2020.

“Semoga aksi sosial ini dapat meringankan beban hidup masyarakat kecil di Kabupaten Malaka. Semoga dengan aksi ini, mendorong para donatur lainnya agar bisa mencontohi aksi kami membantu masyarakat kecil di Malaka,” harap Wendy.

Ia menuturkan, Anggota FMB yang melakukan aksi di lapangan membagikan sembako, tengindahkan himbauan Pemerintah untuk mematuhi protokol Keselamatan Covid-19, yakni dengan memakai APD (Alat Pelindung Diri), berupa masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dengan mendatangi rumah warga secara satu per satu.

Sementara itu, Emanuel Bria sebagai Pembina dan perintis FMB menyampaikan beberapa hal penting terkait aksi ini:

“Paskah tahun ini merupakan momentum yang unik. Biasanya semua orang Kristiani merayakannya secara bersama di Gereja, namun saat ini karena Covid-19, kita harus berdiam di rumah untuk merayakan Paskah. Banyak yang telah menjadi korban dari Covid-19, menderita sakit dan bahkan meninggal dunia, termasuk sahabat dan keluarga kita, sama manusia.”

“Dampak yang lain adalah ekonomi keluarga-keluarga yang terkena imbas. Ada yang harus kehilangan pekerjaan sehingga pendapatan keluarganya berkurang, bahkan mengalami kelaparan.”

“Inilah saat paling tepat bagi kita sebagai orang kristiani untuk berbagi dengan sesama yang membutuhkan. Paskah adalah pesan kasih tanpa batas Tuhan Yesus kepada manusia. Mari kita saling berbagi dari apa yang kita miliki untuk ringankan beban saudara-saudara kita yang lain.”

“Semoga apa yang dilakukan oleh Forum Malaka Bangkit yang terdiri dari anak-anak muda Malaka menjadi inspirasi bagi kita semua untuk hidup solider, berbagi dengan sesama yang membutuhkan di Malaka.”

Demikian kata Emanuel Bria, donatur Forum Malaka Bangkit, sekaligus bakal calon Bupati Malaka yang berpasangan dengan Roy Tei Seran.

Salah satu warga penerima sembako dari Desa Raimataus, Kecamatan Malaka Barat, Medy Bria menyampaikan rasa terima kasih mewakili masyarakat desanya, karena mereka mendapat sentuhan kasih langsung dari sama saudara yang lahir dari tanah Malaka, baik yang berada di Malaka maupun yang saat ini bekerja dan mengabdi di luar Malaka, namun masih tetap berbagi dengan sesama di Malaka.

“Kami sangat berterimakasih kepada Forum Malaka Bangkit, yang dengan kesederhanaannya, mampu berbagi meski dalam keterbatasan mereka. Bagi sebagian orang, mungkin keterbatasan mereka tidak begitu berharga, namun bagi kami sangatlah berharga, terutama kehadiran langsung mereka ke tengah-tengah kami dan memberikan Sembako seadanya kepada kami, meskipun mereka sendiri terbatas dan masih muda”, ungkap Medy.

Ia menyampaikan juga terimakasih banyak bagi pemuda dengan kepedulian terhadap masyarakat kecil di sela-sela kepanikan masyarakat dalam menghadapi virus Corona yang berbahaya ini.

“Hal ini sangat membantu kami ketika kami harus tetap diam di dalam rumah, menjalankan himbauan Pemerintah untuk tidak beraktivitas di luar dan tetap diam di dalam rumah”, pungkas warga Raimataus ini.

Roy Tei Seran, salah satu pendiri FMB mengatakan, “tak ada Kemuliaan tanpa Penderitaan dan Kematian. Yesus Kristus yang diremehkan oleh para Pemuka Agama, Tokoh Politik, Penguasa, Ahli-Ahli Taurat, dihina, dicaci-maki, disiksa, dan dibunuh secara bengis, akhirnya dimuliakan karena Ia bangkit dan mengalahkan maut, dengan penuh cinta mengampuni mereka yang menganiaya diriNya, dan bahkan menebus dosa-dosa seluruh umat manusia.”

“Kristus sudah Bangkit, Mari bersama Forum Malaka Bangkit, kita bangkitkan semangat Gotong Royong, mengupayakan kebangkitan Malaka dari segala bentuk Caci maki, Penghinaan, Perpecahan, Permusuhan, dan bersama saling membantu, menuntun, bersolider, menggapai keselamatan dunia dan akhirat bersama.”

“Selamat Hari Raya Paskah. Kristus Bangkit, Malaka Bangkit. Semoga pandemic Covid-19 cepat berlalu”, tutup Roy penuh antusias. (Jes/Red)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here