SURAT TERBUKA
NOMOR : 01/ST/MHS-MLK/IV.2020

Tentang
Kondisi Mahasiswa Malaka Malang ditengah Pandemic Covid-19

Kepada Yth. Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Malaka
Di Malaka

Dengan Hormat,
Fenomena Pandemic Coronavirus Diseases (Covid-19) telah meresahkan seluruh masyarakat dunia termasuk Indonesia. Beberapa wilayah di Indonesia berada pada zona merah salah satunya adalah Kota Malang.

Seperti yang diketahui bahwasanya kota tersebut terdapat mahasiswa dari Kabupaten Malaka yang juga menghadapi situasi mencekam dikarenakan kekhawatiran terjangkit virus tersebut.

Situasi sulit akibat Pandemic Covid-19 ini membuat seluruh elemen masyarakat berada pada suatu titik yang sangat memprihatinkan. Di satu sisi masyarakat berusaha menahan diri untuk tidak keluar rumah, namun disisi lain tuntutan ekonomi mengharuskan mereka untuk tetap eksis mencari sesuap nasi demi mempertahankan hidupnya.

Situasi yang tidak kalah memprihatinkan juga tentu dialami oleh mahasiswa Malaka yang sedang berkelana di luar Malaka untuk mengenyam manisnya pendidikan. Apalagi mahasiswa Malaka yang sedang menempuh pendidikan di Kota Malang yang saat ini telah berstatus Zona Merah Pandemic Covid-19.

Kehidupan mereka sedang terombang-ambing oleh situasi ini. Ingin pulang namun terbatasi oleh larangan pemerintah seperti yang sampaikan melalui media untuk tidak mudik ke daerah, namun disisi lain kondisi mereka semakin memprihatinkan dikarenakan uang saku yang kian menipis sebagai dampak penurunan perekonomian keluarga oleh Pandemic Covid-19.

Apalagi harga bahan-bahan makanan sedang melonjak tinggi dan paket internet pun harus diisi per bulan sebagai akibat dari kuliah daring, sehingga mereka terpaksa harus menghabiskan detik
demi detiknya di kost dengan kondisi yang sangat menyedihkan.

Di tengah situasi seperti ini maka pemerintah daerah sudah seharusnya terusik hati nuraninya untuk turut membantu mahasiswa yang notabenenya merupakan putra-putri terbaik daerahnya. Paling tidak dengan cara menganggarkan sedikit dana taktis APBD untuk membantu mahasiswa dalam memenuhi segala keperluannya selama masa sulit ini. Entah dalam hal keperluan makanan, bantuan kesehatan, paket internet dan keperluan lainnya.

Dari uraian di atas, maka kami Aliansi Mahasiswa Malaka Malang bermaksud
menyampaikan kepada Bapak/Ibu Pimpinan Pemerintah Daerah Kabupaten Malaka beberapa poin keluhan dan tuntutan sebagai berikut:

  1. Menyikapi cepatnya penyebaran wabah Coronavirus Diseases (Covid-19) yang telah ditetapkan sebagai Pandemi Global oleh World Health Organization (WHO) pada tanggal 11 Maret 2020. Sebagai langkah cepat, tepat, fokus, terpadu, dan sinergi antar Kementerian/Lembaga Dan Pemerintah Daerah untuk melakukan refocussing kegiatan, realokasi anggaran serta pengadaan barang dan jasa sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelengaraan Penanggulangan Bencana, Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2008 tentang Pendanaan dan Pengelolaan Bantuan Bencana, Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, dan Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Dalam Keadaan Tertentu dalam rangka percepatan penanganan Covid-19, maka Presiden Republik Indonesia telah mengeluarkan “Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Refocussing Kegiatan, Realokasi Anggaran, serta Pengadaan Barang dan Jasa”.
  2. Kami, Aliansi Mahasiswa Malaka Malang sangat mengapreasiasi langkah cepat dan tepat pemerintah daerah Kabupaten Malaka melalui TPAD dan dinas teknis terkait dalam membuat rancangan anggaran penanganan Covid-19 sebagai bentuk menindaklanjuti “Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Refocussing Kegiatan, Realokasi Anggaran, serta Pengadaan Barang dan Jasa”.
  3. Sebagai bentuk dukungan kami terhadap kebijakan pemerintah pusat sampai pemerintah daerah dalam rangka mempercepat pencegahan Covid-19, maka kami Mahasiswa Malaka di luar daerah khususnya di Wilayah Malang Jawa Timur siap melaksanakan himbauan pemerintah Propinsi NTT, Pemerintah Daerah, dan Para Tokoh Agama di NTT untuk tidak mudik ke kampung halaman.
  4. Sebagai konsekuensi dari point 3, dengan terpaksa kami harus tetap tinggal di kost-kostan kami di perantauan dengan kondisi yang sangat memprihatinkan karena kiriman yang tidak selancar hari-hari kemarin sebelum adanya Pandemi Covid-19.
  5. Menuntut Pemda Malaka segera menginstruksikan kepada pihak yang ditugaskan untuk membuat posko penanganan Covid-19 di setiap titik strategis guna mempermudah akses masyarakat Kabupaten Malaka dalam mendapatkan pelayanan dengan merujuk pada pernyataan Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran kepada Victorynews.id bahwasannya Pemda Malaka siapkan Rp. 16 Miliar untuk tangani Covid-19 dan anggaran tahap awal senilai Rp. 5,4 Miliar telah dialokasikan sebagaimana dikutip dari suluhdesa.com.
  6. Menuntut Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Malaka segera membahas, menindaklanjuti, dan memberikan solusi atas kondisi Mahasiswa Malaka di luar daerah khususnya di Malang dengan menganggarkan sedikit dana APBD yang dialokasikan untuk penanganan Covid-19 untuk membantu memenuhi kebutuhan Mahasiswa Malaka di luar Daerah selama masa pandemi Covid-19 karena Pandemi Covid-19 telah berdampak pada perekonomian keluarga terutama orang tua mahasiswa yang tergolong active income.
  7. Jika Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Malaka ingin memastikan kondisi dan keberadaan kami mahasiswa Malaka di Malang, kami sangat terbuka menerima kehadiran Pemda Malaka untuk mendata secara langsung mahasiswa Malaka yang terkena dampak Pandemi Covid19.

Malang, 11 April 2020
Hormat Saya,
Atas Nama Aliansi Mahasiswa Malaka Malang

Ttd

IGNASIUS WANDELINUS MANEK
Koordinator Aliansi

Catatan:

  • Dimuatnya Surat Terbuka ini telah disesuaikan dengan tata letak pada media gardamalaka.com
  • Judul (telah) disunting untuk kepentingan publikasi
  • Tetap jaga jarak, diam di rumah sampai batas waktu yang ditentukan pemerintah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here