Malaka Dalam Politik Adem Ayem Lantaran Covid-19?

Oleh: Kondradus Y. Klau
(Alumnus Sekolah Demokrasi Belu Angkatan III)

GARDAMALAKA.COM – Suhu politik di Malaka sempat memanas beberapa bulan belakangan di penghujung 2019 dan awal 2020. Namun sontak politik Pilkada Malaka menjadi adem ayem kala virus corona atau disebut Covid-19 (Coronavirus Disease 2019) merebak dan mewabah hingga ke Indonesia.

Semua kegiatan terhenti. Agenda-agenda besar nasional ditunda, bahkan dibatalkan. Sebut saja Pilkada serentak yang sedianya diadakan pada 23 September 2020 harus diundur paling tidak setahun. Ujian Nasional SMP/MTs, SMA/SMK/MA ditiadakan. Kuliah-kuliah mahasiswa di-online-kan. Dan masih banyak hal lain lagi dirumahkan. Termasuk para pegawai harus work from home.

Ternyata, Covid-19 telah menunda keinginan dan panggilan berkuasa para politisi. Kesempatan seolah menjadi tidak bersahabat saat ini.

Para figur seperti membisu, apa yang bisa dilakukan dalam situasi masih tak menentu ini?

Antusiasme warga terhadap Pilkada Malaka sebenarnya telah mulai menggelora. Di sana-sini terlihat sibuk orang-orang yang menamai diri Tim Pemenangan.

Betapa tidak! Tahapan sudah dimulai Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malaka. Para penyelenggara sudah memulai aktivitas persiapan Pilkada Malaka.

Namun, apalah daya. Covid-19 menghampiri. Pemerintah Pusat bertindak, alhasil Pilkada Serentak 2020 diundur.

Fokus perhatian beralih kepada si Covid-19. Malaka mulai adem ayem. Tapi, sungguhkah Malaka dalam politik adem ayem karena Covid-19?

Adakah Covid-19 “membawa berkah” menambah panjang waktu persiapan, membuat para figur berkesempatan menyiapkan senjata paling ampuh?

Akh, entahlah! Setidaknya hari-hari belakangan ini saya tidak mendengarkan caci maki, cemoohan, fitnah, umbar kebencian di media-media sosial. Politik Malaka sedang adem ayem.

Covid-19 membuat orang harus lebih banyak diam di rumah, menjauhi kerumunan. Covid-19 memberi kesempatan kepada pada politisi berdiam diri, mengambil waktu sejenak, merefleksikan perjalanan perjuangan terutama berhubungan dengan Pilkada Malaka. Tak terkecuali para tim pemenangan.

Sesungguhnya, melalui Covid-19, Tuhan Yang Maha Kuasa sedang mengingatkan agar manusia bisa menahan diri, menguasai diri, dan mengubah diri menjadi lebih baik.

Tuhan sedang menyatakan kuasa-Nya agar manusia tahu, hanya Dialah yang layak dipuji dan disembah seluruh umat manusia.

Jika ini terjadi karena kehendak Tuhan, janganlah manusia membangkang terhadap-Nya.

Jika dengan kejadian ini Tuhan menghendaki kita saling menghargai dan menghormati, tanpa lagi saling curiga, dendam, benci, caci-maki, umpat dan fitnah maka mari kita ubah hidup menjadi lebih baik sejak saat ini.

Agar bila nanti Covid-19 berlalu, politik Pilkada Malaka boleh berjalan dalam suasana tenteram dan damai.

Mari berfokus mengubah tingkah pola dan laku, membuat diri menjadi lebih baik. Biarkan politik Pilkada Malaka tetap adem ayem.

Salam Demokrasi. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here