P. Doddy Sasi, CMF (Pastor Mahasiswa asal NTT, berkuliah di Roma-Italia)

Umat Katolik Harus Tahu: Makna Berkat “Urbi et Orbi” dan Indulgensi Penuh, GARDAMALAKA.COM – Beberapa pesan whatsApp masuk di handphone saya, dengan inti bunyi pertanyaan yang sama: pertama apa itu berkat “Urbi et Orbi” dan yang kedua apa itu indulgensi penuh. Dua pertanyaan ini sepaket. Sebab Berkat “Urbi et Orbi” membawa serta bersamanya indulgensi penuh untuk umat beriman.

Sambil sedikit santai ditemani secangkir kopi dan sepiring pisang goreng mungkin, kita mulai dari pertanyaan yang pertama dengan informasi yang seadanya.

Kata “Urbi et Orbi” (all’urbe e all’orbe) berasal dari frase Bahasa Latin, yang berarti kota Roma dan dunia. Jadi secara singkat dan sederhana berkat “Urbi et Orbi” adalah berkat apostolik Paus untuk kota Roma dan untuk seluruh dunia. Atau lebih sederhana lagi untuk semua orang.

Berkat “Urbi et Orbi” adalah berkat yang tidak dapat dilakukan oleh uskup lain. Berkat ini menjadi “milik” khusus Paus sebagai Uskup Roma dan Pemimpin tertinggi Gereja Universal. Paus biasanya memberikan berkat “Urbi et Orbi” pada tiga kesempatan: Hari Raya Natal, Hari Raya Paskah dan sesaat setelah terpilih menjadi Paus.

Sedangkan apa yang terjadi pada Jumat, 27 Maret 2020, adalah sesuatu yang bersifat “esktraordinari” dalam kaitan dengan Pandemi Covid-19 (Pandemi: Yunani-Pan-demos: semua rakyat/semua manusia).

Bisa dikatakan bahwa berkat “Urbi et Orbi” dalam situasi darurat Pandemi Covid-19 ini unik dalam sejarah dan belum pernah terjadi sebelumnya. Sejak mendiang Paus Yohanes Paulus II, Paus biasa mengawalinya dengan membawakan pidato (renungan) pribadinya bersama-sama dengan berkat “Urbi et Orbi” dan doa kuno yang diucapkan dalam bahasa Latin.

Praktik yang sama diteruskan oleh dua Paus berikutnya: Benediktus XVI dan Fransiskus. Dimana mereka memberikan pidato-pidato (renungan) penting bersama dengan berkat “Urbi et Orbi”. Kita mengopi dulu. Tak lupa pisang goreng hangatnya disantap.

Paus Fransiskus saat Memberikan Berkat Urbi et Orbi kepada Kota Roma dan Seluruh Dunia pada Jumat, 27 Maret 2020 dari Pelataran Basilika Santo Petrus (Sumber: Scr. Media Vatikan)

Kita lanjut. Pertanyaan kedua yang muncul adalah apa itu indulgensi penuh. Bersamaan dengan berkat “Urbi et Orbi” umat yang hadir dan mengikutinya akan mendapatkan indulgensi penuh. Bahkan kemarin sesaat sebelum Paus memberikan berkat “Urbi et Orbi” ada pengumuman dari Kardinal Angelo Comastri (Penanggungjawab Basilika Santo Petrus) yang mengumumkan bahwa “setiap orang yang menerima Berkat Ekaristi bahkan melalui radio, televisi dan tekonologi komunikasi laiinya, diberikan indulgensi penuh dalam bentuk yang ditetapkan oleh gereja”.

Ada dua sumber doktrinal gereja yang berbicara tentang indulgensi penuh ini yakni Kitab Hukum Kanonik dan Katekismus Gereja Katolik.

Pada kan.992 KHK 1983, kita bisa temukan informasi memadai tentang indulgensi. Dikatakan indulgensi adalah “penghapusan di hadapan Allah hukuman-hukuman sementara untuk dosa-dosa yang kesalahannya sudah dilebur, yang diperoleh oleh orang beriman kristiani yang berdisposisi baik serta memenuhi persyaratan tertentu yang digariskan dan dirumuskan, diperoleh dengan pertolongan Gereja yang sebagai pelayan keselamatan, secara otoritatif membebaskan dan menerapkan harta pemulihan Kristus dan para Kudus” bdk. KGK. 1471).

Sedangkan untuk indulgensi penuh (indulgenza plenaria, plenary indulgence) diartikan sebagai penghapusan seluruh hukuman (siksa dosa) sementara yang timbul karena dosa-dosanya yang telah diampuni. Jika seorang umat menerima indulgensi penuh dan tiba-tiba meninggal dunia segera sesudahnya, maka ia diyakini tidak perlu menjalani pemurnian dalam purgatorium.

Dalam konteks Pandemi Covid-19, Takhta Suci Vatikan melalui Lembaga Penitenziaria Apostolik pada 19 Maret 2020 lalu telah mengeluarkan sebuah dekrit yang bisa menjadi panduan bagi kita. Yang mana dikatakan bahwa untuk mendapatkan indulgensi penuh, pasien virus corona yang menjalani karantina, para petugas kesehatan dan anggota keluarga yang memberi diri mendampingi dan merawat mereka dengan tahu akan risiko serius penularannya cukup dengan sederhana melafalkan Pengakuan Iman (Aku Percaya), Bapa Kami dan Salam Maria.

Sedangkan untuk kita yang lain (yang mendoakan mereka: pasien, para petugas kesehatan dan keluarga) ada pula sarana-sarana mendapatkan indulgensi penuh: visitasi Sakramen Mahakudus atau adorasi Ekaristi, membaca Kitab Suci setidaknya selama setengah jam, berdoa Rosario, Jalan Salib, mendaraskan doa Koronka Kerahiman Ilahi, dengan Ujud penghentian fenomena epidemik Covid-19, penghiburan bagi mereka yang sakit dan keselamatan kekal bagi mereka yang dipanggil Tuhan.

Indulgensi penuh juga dapat diperoleh oleh umat beriman yang pada titik kematiannya tidak dapat menerima sakramen Pengurapan Orang Sakit dan Viaticum: dalam kondisi seperti ini dianjurkan untuk paling tidak menggunakan salib.

Akhirnya cukup sampai disini. Kopinya habis, pisang gorengnya pun habis.

Salam sehat.
Saling mendoakan.

P. Doddy Sasi, CMF (Pastor Mahasiswa asal NTT, berkuliah di Roma-Italia)

Oleh: P. Doddy Sasi, CMF (Pastor Mahasiswa Asal NTT yang Berkuliah di Roma, Italia)

BACA JUGA:
Seruan dan Doa Paus Fransiskus Di Balik Berkat “Urbi et Orbi” Menghadapi Wabah Virus Corona

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here