ITALIA, GARDAMALAKA.COM –  Jumlah kasus akibat paparan virus Corona (Covid-19) di Italia semakin bertambah dalam sepekan terakhir. Laju kematian pun semakin meningkat.

Dilaporkan sumber, hingga Kamis (26/3/2020) terdapat 6.203 kasus baru dan 712 kematian baru di Italia. Sehingga total kematian di negara tersebut 8.215. Dengan demikian, jumlah total kasus di Italia sebanyak 80.589. Sedangkan pasien yang berhasil sembuh dilaporkan sebanyak 10.361.

Sehari sebelumnya, sebagaimana dilaporkan Worldometers, terdapat 683 kematian baru dalam pandemi virus corona sehingga total kematian per 25 Maret 2020 adalah 7.503.

Saat ini, Italia menjadi negara dengan kasus terbanyak, menyusul Spanyol di urutan kedua, setelah sebelumnya China sebagai negara pertama berkembangnya Covid-19.

BACA JUGA:
Akibat Terpapar Virus Corona, Banyak Imam Katolik di Italia Meninggal Dunia

Mengapa Italia menjadi Negara Paling Banyak Kasus Covid-19?

Negara Italia tiba-tiba menjadi “suram” dikarenakan kasus kematian yang disebabkan pandemi baru Covid-19. Pusat-pusat perbelanjaan ditutup, gereja-gereja pun demikian.

Penanganan Pasien Covid-19 Di Ruang Isolasi (Sumber: Aljazeera)

Penyakit yang menyerang pernapasan ini sangat kejam, menular dengan sangat cepat. Meskipun ada serangkaian upaya untuk mencegah penyebaran virus mematikan tersebut, termasuk lockdown dan penutupan semua pusat bisnis, namun Italia tidak mampu menurunkan grafik paparan virusnya. Penyebarannya tak bisa ditekan. Hingga Italia beralih menjadi negara dengan kasus kematian paling banyak akibat Covid-19.

Menurut sumber lain, ada beberapa alasan mengapa tingkat kematian di Italia akibat virus corona begitu mengkhawatirkan.

Massimo Galli, Kepala Unit Penyakit Menular di Rumah Sakit Sacco Milan, dilansir Aljazzeera pada Selasa (24/3/2020) menjelaskan, “Jumlah yang kami miliki tidak mewakili seluruh populasi yang terinfeksi.”

Seperti diketahui, Milan sebagai kota utama di wilayah Lombardy yang paling parah dilanda Covid-19, di mana dilaporkan 68 % dari total kasus kematian secara nasional ditemukan di sana.

Galli menambahkan, situasi darurat memburuk dengan cepat selama sebulan terakhir, Italia memfokuskan pengujiannya hanya pada orang yang menunjukkan gejala parah di daerah dengan intensitas epidemi tinggi. Alhasil, kata para ahli, angka-angka (jumlah) yang ada sekarang menjadi semacam artefak statistik, sebuah distorsi.

Data Pasien Terinfeksi Covid-19 di Italia dengan Total Kasus Positif Covid-19, Meninggal, dan Sembuh (Sumber: Worldometers)

“Ini menyebabkan adanya peningkatan laju kematian karena didasarkan pada kasus yang paling parah dan bukan pada totalitas mereka yang terinfeksi,” kata Galli dikutip dari Aljazeera, Jumat (27/3/2020).

Virus corona membutuhkan waktu hingga 14 hari untuk menunjukkan gejala setelah seseorang terinfeksi. Menurut para ahli, gejala yang ditimbulkan berupa demam dan batuk kering.

Selama masa inkubasi, seorang pasien tanpa gejala awal dapat menularkan penyakit ini kepada orang lain. Para ahli pun menyebutnya sebagai stealth transmission (transmisi tersembunyi). Hal inil pula yang membuat penyebaran wabah Covid-19 terjadi dengan sangat cepat. (Kaka/Red)

Sumber:

  1. https://www.worldometers.info/
  2. https://www.aljazeera.com/

BACA JUGA:
Hasil Komoditi Tak Bisa Dipasarkan, Masyarakat Dirugikan Secara Ekonomi

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here