Ingat Cegah Corona Tapi Jangan Lupa Berantas Kasus (Dugaan) Korupsi di Malaka, GARDAMALAKA.COM – Mewabahnya pandemi virus Corona (Covid-19) membuat semua penghuni bumi waspada. Saya pun demikian. Anda?

Sudah ada banyak negara terpapar virus ini. Berita-berita media mulai dari tingkat lokal, nasional, bahkan internasional hampir setiap saat mengupdate kondisi paparan virus yang muncul pertama di Wuhan, China pada Desember 2019 ini.

Ya, patut diwaspadai penyebaran pandemi ini. Semua pihak diminta berdiam diri di rumah masing-masing, menyelesaikan semua pekerjaan di (dalam) dan dari rumah untuk sementara waktu.

Namun, berdiam diri karena virus Corona membuat orang seolah-olah lupa pada kasus-kasus dan persoalan sosial kemasyarakatan lainnya.

Di Kabupaten Malaka, misalnya. Sebelum pandemi Covid-19 menjadi ramai diperbincangkan dan menjadi sesuatu yang sangat diwaspadai, muncul sebuah kasus sosial kemasyarakatan yang sangat parah menurut saya.

Adalah kasus dugaan korupsi pengadaan bawang merah yang melibatkan beberapa pejabat pemerintahan Malaka dan beberapa oknum swasta.

Semenjak munculnya pandemi Covid-19, seolah-olah kita lupa ada kasus yang juga menyengsarakan rakyat banyak, masyarakat Malaka.

Saya tidak bermaksud menyepelekan Covid-19. Bukan. Saya bahkan sangat menganjurkan semua pihak membantu pemerintah mengatasi pandemi dengan berdiam diri di rumah. Saya menganjurkan kita semua membantu para medis agar tidak kelelahan bekerja siang dan malam dengan cara menjaga pola makan, pola laku, pola tingkah, membiasakan hidup sehat dan bersih.

Namun satu hal saya ingin katakan: jangan lupa, ada kasus korupsi yang merugikan miliaran uang negara di Malaka. Jangan, jangan dilupakan.

Atasi corona, tapi ingat juga berantas laku korupsi. Sebab korupsi membuat negara merugi.

Saya minta, jangan lupakan kasus korupsi di Malaka yah.

Pemprov NTT Gelontorkan 60 Miliar

Kita tentu tidak berharap pendemi Covid-19 mewabah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tidak.

Namun dalam rangka penanganan Covid-19, pemerintah provinsi (Pemprov) NTT dikabarkan siap menggelontorkan uang senilai 60 miliar rupiah.

Menurut Gubernur NTT, selain untuk mendatangkan berbagai alat/perlengkapan medis juga akan digunakan untuk insentif para tenaga medis.

Dikabarkan pula, pemerintah daerah di tingkat kabupaten sebisa mungkin menyiapkan anggaran demi penanganan Covid-19.

Belum tahu daerah-daerah kabupaten mana saja di NTT yang akan juga menyiapakan sejumlah uang untuk hadapi virus Corona?

Nah, kira-kira di Malaka bisa tidak yah, disiapkan sejumlah uang demi penanganan Covid-19? Soalnya selain Malaka dalam devisit anggaran (tahun 2019), Malaka pun sarat kasus dugaan korupsi loh.

Mulai dari bawang merah yang sudah ditahan 8 tersangka dari 9 tersangka yang ditetapkan. Ditambah lagi kasus itik Malaka, katanya mau dibongkar, dan lainnya.

Dari mana lagi yah uang akan disiapkan untuk tangani Covid-19 di Malaka?

Saya takut Corona, namun saya juga takut Korupsi.

Ingat cegah Corona tapi jangan lupa berantas (dugaan) korupsi di Malaka.

Penulis: Kondradus Y. Klau*
*) Alumnus Sekolah Demokrasi Belu Angkatan III; Anggota Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (KAGAMA); Anggota Forum Diskusi SIMPANG TTU.

BACA JUGA:
NTT Masih Negatif Virus Corona, Bagaimana Langkah dan Kebijakan?

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here