BETUN, GARDAMALAKA.COMKelompok tenun kain ikat di Desa Builaran, Kecamatan Sasitamean, Kabupaten Malaka aktif menghasilkan berbagai tenun ikat yang berkualitas.

Sebagaimana ditelusuri awak media, Selasa (24/3/2020) di desa Builaran, terdapat 6 (enam) kelompok tenun kain ikat yang masing- masing kelompoknya memiliki 1 orang ketua dan 9 anggota.

Yudit Nahak, salah seorang Ketua kelompok tenun, kepada media, Selasa (24/3) menuturkan, kelompok tenun ini sudah terbentuk sejak lama.

“Di tahun 2019 kami mendapat bantuan dana dari pemerintah Desa Builaran untuk belanja perlengkapan dan kebutuhan Kelompok; harapan kami, kain yang kami hasilkan ini bisa menarik perhatian publik untuk dibeli demi kebutuhan hidup kami”, kisah Yudit sambil berharap.

Dirinya menambahkan, sejauh ini dia bersama anggota kelompoknya sudah mendapatkan SK dari Dinas Pariwisata Kabupaten Malaka.

“Maka kewajiban kami adalah ¬†berusaha untuk menghasilkan kain adat yang berkualitas dengan motif Builaran”, tukas Nahak.

Tidak menampik, Dorce Nahak Seran, S. Ag. mengisahkan, kelompok ini terbentuk atas inisiasinya bersama beberapa ibu lainnya untuk mengembangkan potensi menenun.

“Awalnya ini adalah inisiasi saya dan dan ibu-ibu yang memiliki keterampilan tenun kain, tujuannya untuk mengembangkan potensi keterampilan”, pungkas dia.

Dari hasil penelusuran diketahui, kelompok ini sudah menghasilkan banyak kain adat di Tahun 2020 ini, dan sesuai penuturan warga sudah direncanakan untuk dipajangkan pada setiap pameran hasil karya, dan dijual demi kebutuhan dan keberlanjutan kelompok.

Selain itu, bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarga dan biaya sekolah anak-anak.

“Rancana, saya dan ibu-ibu kelompok penenun, di tahun 2020 ini kami akan buat kain beti laki-laki dan kain beti perempuan”, tutup Dorce, istri Pj. Desa Builaran. (Vidi/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here