Pelayanan petugas media terhadap pasien yang menunjukkan gejala terjangkit virus corona, di Rumah Sakit Brescia, Lombardy, Italia, pada 13 Maret 2020. (Foto: AFP/PressTV)

ITALIA, GARDAMALAKA.COMAkibat terpapar virus corona (Covid-19), puluhan Imam Katolik di Italia meninggal dunia.

Menurut laporan harian Katolik Italia “Avvenire“, sampai dengan Kamis (19/3/2020) terhitung ada 25 imam yang meninggal akibat virus mematikan ini.

Dilaporkan, banyak di antara mereka adalah para imam kepala rumah sakit atau paroki di daerah yang paling terpapar. Usia para imam yang meninggal tersebut  antara 55 tahun (yang termuda) dan 104 tahun (yang tertua).

Menurut laporan surat kabar tersebut, Keuskupan Bergamo, di bagian Timur Laut Milan tampaknya yang paling banyak diserang wabah ini. Setidaknya ada 10 imam di sana yang meninggal karena Covid-19.

Kematian, apakah itu imam atau anggota komunitas mereka, “sangat banyak sehingga sulit untuk dihitung,” demikian tulis surat kabar itu.

Selain itu, lima korban jiwa lainnya ada di kota Parma. Kematian para imam lain akibat virus ini ada di Brescia, Cremona, dan pusat industri di Utara Milan.

Hingga saat ini, sudah ada lebih dari 3.400 orang Italia yang meninggal karena virus corona.

Pelayanan petugas medis terhadap pasien yang menunjukkan gejala terjangkit virus corona, di Rumah Sakit Brescia, Lombardy, Italia, pada 13 Maret 2020. (Foto: AFP/PressTV)

Sebagaimana dilaporkan PressTV pada Jumat (20/3/2020) pukul 2.20 pm, para dokter, para imam Italia melakukan kontak dengan pasien dan umat yang terserang penyakit serius ini.

Dan seperti dokter, para imam diketahui berkumpul di antara para penderita dalam jarak dekat, sehingga menciptakan kondisi yang ideal dalam penularan Covid-19.

Kantor berita ANSA Italia pada hari Kamis (19/3) menyebutkan, terdapat 13 tenaga medis yang meninggal karena terserang virus Corona. Akan  tetapi angka ini kecil dibanding dengan angka kematian di antara para imam. Setidaknya, menurut laporan media-media di Italia ada 18 imam (saat ini 25 imam-Red) telah dilaporkan meninggal dunia.

“Mengenakan masker, topi, sarung tangan, jubah (baju pelindung) dan kacamata pelindung, kami para imam berjalan di sekitar aula layaknya zombie,” kata Pastor Claudio del Monte kepada kantor berita Italia, Adnkronos seperti ditulis PresTV, Jumat (20/3).

Del Monte memiliki sebuah paroki di Bergamo, sebuah kota berbukit dengan populasi 120.000 jiwa atau 0,2 % dari seluruh populasi penduduk Italia. Bergamo dikenal sangat indah di kalangan para wisatawan dengan menara persegi dan atap terakota yang miring.

Provinsi di Italia ini sekarang paling parah terkena dampak virus Corona, dengan 4.634 infeksi hingga hari Jumat (20/3) atau sebanyak 11% dari semua kasus Corona di Italia.

Tentara Italia mengintalasi peralatan untuk menampung pasien terpapar virus corona, di luar rumah sakit Cremona, Tenggara Milan, Italia, pada 20 Maret 2020. (Foto: AFP/PressTV)

Di Bergamo telah begitu banyak orang meninggal sehingga truk-truk tentara harus turun tangan memasok peti mati dari kayu. Saking banyak yang meninggal menyebabkan kamar mayat tidak bisa lagi menampung korban-korban jiwa tersebut.

“Kami tidak tahu lagi di mana harus menempatkan orang mati,” kata uskup Bergamo, Francesco Beschi, kepada situs Berita Vatikan. Bahkan berdiri dan melihat peti mati saja pun membuay “sangat berat,” kata Beschi.

“Sangat menyakitkan melihat para imam jatuh sakit,” demikian kata Enrico Salmi, Uskup Parma kepada Avvenire. “Kadang-kadang itu terjadi pada mereka karena semangat pastoral. Mereka memasuki unit perawatan intensif di mana, tentu saja, tidak boleh ada yang seharusnya ke sana.”

Dan sama seperti semua korban lainnya, para imam yang meninggal dimakamkan tanpa upacara.

Mencegah agar tidak terus terjadi penyebaran maka upacara pemakaman dan pernikahan, telah dilarang di wilayah itu selama lebih dari seminggu. Ada kemungkinan tidak diizinkan selama beberapa minggu lagi atau bahkan sampai bulan.

Kita doakan, semoga para imam yang meninggal dalam tugas pelayanan pastoral mendapat tempat yang layak di pangkuan Tuhan sesuai amal bakti mereka. (Tim/Red)

Sumber: https://www.prestv.com

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here