ATAMBUA, GARDAMALAKA.COM – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Belu dan Aktivis Muda meminta Kepala kepolisian resor (Kapolres) Belu agar secepatnya menetapkan oknum tersangka pada kasus Maek Bako (Porang-Red) di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sebagaimana diketahui, program Maek Bako di kabupaten perbatasan, Belu ramai diperbincangkan publik akhir-akhir ini baik di media sosial maupun di lingkungan pergaulan luas, bahkan sampai terjadi aksi demonstrasi oleh Gerakan mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Belu dan Aktivis Muda, mempertanyakan program Maek Bako yang terindikasi korupsi miliaran rupiah oleh beberapa oknum tertentu.

Sekretaris DPC GMNI Cabang Belu, Fredirikus Nabu kepada awak media di Sekretariat, Selasa (17/3/2020) menjelaskan, pengawalan GMNI Cab. Belu dalam kaitan dengan persoalan Maek Bako yang diduga terindikasi korupsi miliaran rupiah, baru sampai pada tahap aksi yang terjadi pekan lalu.

“Hal tersebut bertujuan untuk mendukung Polres Belu secepatnya menetapkan oknum tersangka yang telah menyalahgunakan anggaran tersebut yang semestinya berorientasi mewujudkan kesejahteraan masyarakat serta meningkatkan PAD kab. Belu”, jelasnya.

Menurut Sekjen Riki, sejauh ini memang belum ada pernyataan penetapan tersangka oleh Polres Belu dalam kasus dugaan korupsi Maek Bako.

Dalam demo yang dilaksanakan pihaknya pun tidak sempat bertemu Kapolres Belu karena  berhalangan. Dirinya dan massa aksi justeru disambut Wakil Kapolres, Herman Besi.

“Beliau (Wakapolres Belu) begitu respek dan memberi apresiasi untuk aksi tersebut. Dalam penjelasanya bahwa proses penanganan sementara berlangsung dan perlu memberi waktu agar penetapan tersangka benar-benar tepat sasaran”, kata Riki mengulang pernyataan Wakapolres Belu.

Sekjen GMNI Belu menceritrakan, setelah berdialog dengan DPRD Kabupaten Belu yang diwakili Cypri Temu sebagai Wakil Ketua DPRD dan Anggota DPRD lainnya, disampaikan bahwa pihaknya (DPRD Belu) akan berusaha mengusut tuntas persoalan ini.

Ia menambahkan, GMNI Belu akan diundang untuk menghadiri sidang paripurna bersama Anggota DPRD Kabupaten Belu beserta Kapolres Belu soal kasus ini, dengan ketentuan waktu selama kurang lebih satu minggu.

“Namun sampai saat ini belum ada informasi lanjutan dari lemabaga DPRD Kabupaten Belu”, jelasnya.

Sehingga, lanjut dia, jika penguluran waktu ini terus dipertahankan maka GMNI Cab. Belu akan turun lagi ke jalan untuk menanyakan kepada pihak kepolisian terkait lambannya penanganan kasus dugaan koruspi Maek Bako. (Vidi/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here