KEFAMENANU, GARDAMALAKA.COM – Forum Diskusi Generasi Muda Pembangun Bangsa, SIMPANG Cerdas TTU membahas dan mengkaji sastra lisan nusantara di masa kini dalam diskusi akhir pekan, Sabtu (14/3/2020).

Yohanes Manhitu, pemateri dalam diskusi ini menjelaskan, Indonesia memiliki sekian banyak sastra, dan itu sangat lekat dalam budaya masing-masing suku bangsa.

“Sastra lisan ada di setiap suku bangsa seperti dawan, tetun, jawa dan lainnya. Saya hidup dan dekat dengan sastra lisan sejak masa kecil”, ungkap penerjemah yang gemar mempelajari bahasa Esparanto ini.

Suasana Diskusi SIMPANG Cerdas TTU tentang Pentingnya Sastra Lisan Masa Kini (Foto: Dok. Simpang/Kondrad)

Bung John (begitu ia disapa), satrawan yang sudah menulis pantun dalam berbagai bahasa (tetun, dawan, Indonesia dan Inggris) tersebut memaparkan, sastra kita sangat kaya dan memiliki nilai moral yang sangat tinggi. Dan ini harus terus dihidupkan.

Tambahnya, sastra lisan sangat dekat dengan bahasa daerah. Dan hingga kini, di era digital (sebenarnya) masih sangat relevan.

Relevansi ini, kata dia, dilihat dari masih hidupnya lagu rakyat, dongeng, pantun, teka-teki dan lainnya di kalangan masyarakat Indonesia.

“Jadi, sadar atau tidak, hidup kita selalu bersentuhan dengan sastra lisan. Karena itu, kita perlu melestarikannya”, tutup dia. (GK/Red)

BACA JUGA:
Potensi SDA Melimpah, Generasi Muda Cerdas TTU Diskusi Konsep Pengembangan Geowisata

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here