BETUN, GARDAMALAKA.COM – Tindak kriminal di dunia pendidikan Indonesia sering sekali terjadi. Di Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, seorang siswi kelas 7 SMPK St. Isidorus Besikama dianiaya seorang oknum guru hingga lebam dan membengkak lantaran siswi tersebut menunggak pembayaran uang sekolah selama 3 bulan.

Terkait masalah tersebut, aktivis muda Katolik, Kondrad Klau meminta pihak keluarga segera melakukan visum dan melaporkan ke pihak berwajib.

Saat ditemui media di kediamannya, Rabu (4/3/2020) sekitar pukul 23.12 Wita menegaskan tindakan oknum guru yang menganiaya siswa yang menunggak uang sekolah tersebut tidak dapat dibenarkan.

“Apapun alasannya tindakan oknum guru tersebut tidak bisa kita biarkan, tidak bisa dibenarkan. Masih ada cara lain yang lebih elok dibanding pukul (aniaya) sampai bengkak dan memar seperti ini kan? Sekolah kan bisa membuat surat pemberitahuan atau panggilan kepada orangtua?”, tegas dia.

“Lakukan visum dan segera lapor polisi. Biar ini bisa jadi pelajaran”, ujarnya.

Sebelumnya, siswa Paulina E. Sadipun diketahui dianiaya oknum guru di sekolahnya (SMPK St. Isidorus Besikama) pada Rabu (4/3) karena menunggak pembayaran uang sekolah sejumlah 180 ribu rupiah.

Orangtua korban pun sudah meminta pengertian pihak sekolah. Namun fakta berbicara lain. Pihak sekolah meradang dan siswa dikorbankan.

“Hanya karena 180 ribu rupiah, anak kita korbankan? Kita aniaya sampai memar? Ini tidak manusiawi. Polisi harus tegas menindak (oknum guru) jika persolan ini sampai ke tangan mereka. Saya bersama teman-teman aktivis di Malaka, termasuk teman-teman wartawan akan kawal kasus ini”, tutup alumnus SDB ini. (GK/Red)

BACA JUGA:
Siswi Kelas 7 SMP di Malaka Dianiaya Guru Sampai Memar Gegara Tunggak Uang Sekolah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here