BETUN, GARDALAMALAKA.COM – Gegara menunda membayar uang sekolah hingga pekan depan (Senin-Red), seorang siswi kelas 7 Sekolah Menengah Pertama (SMP) St. Isidorus Besikama dianiaya seorang oknum guru, dan mengakibatkan kaki (bagian tulang kering) korban membengkak dan memar.

Tidak sampai di situ, siswi tersebut disuruh tidak boleh bersekolah sampai uang tunggakan dilunaskan.

Ketika ditemui wartawan media di rumahnya, Rabu (4/3/2020) korban penganiayaan oknum guru, Paulina E. Sadipun (PS) mengaku ia dipukuli gurunya karena belum membayar uang sekolah selama tiga bulan sejumlah 180 ribu rupiah.

Siswi PS awalnya diminta guru untuk mengambil uang sekolah ke rumahnya, namun ibu korban menyampaikan kepada anaknya (PS) untuk memberitahukan ke pihak sekolah agar ditunda dahulu pembayarannya hingga hari Senin (pekan depan) sehingga pembayarannya dilakukan sekaligus untuk 3 bulan.

“Sampai di rumah mama bilang tunggu hari Senin baru bayar supaya bayar satu kali”, kata PS.

Siswi PS pun kembali ke sekolah dan menyampaikan pesan ibunya kepada pihak sekolah. Namun pihak sekolah melalui oknum guru tersebut meminta harus segera dilunaskan saat itu juga, diikuti tindakan penganiayaan (pukul).

“Sampai di sekolah guru marah, bilang harus bayar memang ini hari (Rabu-Red), guru pukul”, ungkap PS, siswi yang duduk di kelas 7C tersebut.

Ditanya soal oknum guru yang melakukan tindakan penganiayaan ini, PS mengaku lupa nama gurunya lantaran guru tersebut adalah guru baru.

Sementara itu, pihak keluarga meminta oknum guru dimaksud mempertanggungjawabkan perbuatannya. Keluarga juga mempertimbangkan kemungkinan masalah ini akan diproses secara hukum.

Hingga berita ini diturunkan, wartawan media masih mencoba menggali informasi lebih dalam dari pihak-pihak yang mungkin mengetahui penganiayaan tersebut, termasuk Kepala SMPK St. Isidorus Besikama, dan oknum guru sebagai pelaku. (Ip/JeS/Red)

6 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here