Sico Tavares, Bakal Calon Wakil Bupati melalui Jalur Perseorangan-Paket VIVA Mateke (Foto: Vicky B)

ATAMBUA, GARDAMALAKA.COM – Menjelang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pemilihan-Red), pasangan Bakal Calon Perseorangan VIVA Mateke, Vinsen Loe dan Arnaldo Dasilva Tavares, menjadi perbincangan hangat di media sosial (facebook).

Pasangan VIVA Mateke ini dihujat oleh beberapa oknum yang nampak sentimen dan tidak menerima kehadiran mereka sebagai Paket Independen yang siap bertarung dalam Pemilihan di Belu pada 23 September 2020 mendatang.

“SAHABAT JADIKAN VIVA MATEKE sebagai BONEKANYA, PAKET SAHABAT UNTUK MENGACAUKAN KONSENTRASI KERJA PAKET LAIN PIKIR AMI ANTON TE”, tulis akun Marcos Tato dalam kolom komentar.

Ketika ditemui media gardamalaka.com di Sekretariat Pemenangan VIVA Mateke, Senin (2/3/2020) Bakal Calon Wakil Bupati, Arnaldo Dasilva Tavares menyampaikan sangat tidak terima ketika paket VIVA Mateke dihujat dan dianggap sebagai paket Boneka sebagaimana ditulis dalam kolom-kolom komentar.

“Berkaitan dengan postingan Markos Tato kami sangat marah karena sangat tidak beretika. Kami menghabiskan waktu, energi, bekerja siang dan malam menghadapi verifikasi dari KPU malah dibilang calon boneka. Harga diri kami tidak sebanding dengan uang. Saya bersama tim akan melaporkan Marcos Tato ke pihak kepolisian untuk segera secepatnya diproses”, tegas Bakal Calon Wakil Bupati Perseorangan yang akrab disapa Sico Tavares.

Sementara itu, Vinsen Loe, Bakal Calon Bupati (Bacabup) yang akan maju melalui jalur Perseorangan menghimbau kepada seluruh masyarakat Belu untuk partisipasi bersama dalam pelaksanaan Pemilihan mendatang.

Ia pun berharap, pada Pemilihan nanti paket mereka yang tampil sebagai pemenang.

“Saya secara peribadi sangat mengharapkan dukungan masyarakat Belu, dan kami harapkan paket VIVA Mateke akan menjadi Bupati dan Wakil Bupati Belu”, kata Bacabup Vinsen.

Eng Ata Pala, Ketua Tim Pemenangan Pasangan Perseorangan VIVA Mateke (Foto: Vicky B)

Senada dengan hal itu, ketua tim pemenangan VIVA Mateke, Eng Ata Pala menegaskan, keputusan untuk maju bersaing melalui jalur independen merupakan keputusan bersama.

Menurut dia, perjuangan politik melalui jalur independen merupakan satu-satunya jalan bagi pihak-pihak yang tidak berpeluang maju melalui partai politik.

“Saya sendiri 26 tahun di PDIP Perjuangan memutuskan untuk berada di sini atas pertimbangan rasional bahwa barangkali lewat VIVA Mateke kita semua punya perjuangan politik untuk mengubah Belu lebih baik. Dan saat ini VIVA Mateke lolos tahap pertama dengan dukungan perseorangan 13.700”, ungkap politisi muda tersebut.

“Kami sebetulnya tidak peduli dengan urusan boneka atau bukan boneka, tetapi perkataan Marcos Tato harus segera diklarifikasi, kerena itu (pernyataan) merugikan kita. Dalam situasi kita sama-sama berpolitik di Belu VIVA Mateke tidak pernah menyerang siapapun, dan kita minta siapapun yang berpolitik di Belu ini untuk berpolitklah lebih santun”, ujar Aktivis GMNI tersebut.

“Marcos Tato harus mempertanggungjawabkan kata-kata itu, kalo tidak kami polisikan”, tutupnya. (Vicky B/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here