JAKARTA, GARDAMALAKA.COM – Musik bagi setiap insan manusia adalah sebuah keharmonisan yang mampu memberi rasa dan membangkitkan kedalaman emosi karena mengandung irama dan nada yang tersusun rapi.

Musik sering menjadi kebutuhan penting manusia dalam mengolah dan mencapai ketenangan jiwa. Oleh karenanya, musik lalu dibangkitkan dalam bentuk irama dan lagu yang dihasilkan dari berbagai alat musik.

Ada berbagai jenis musik dalam kehidupan. Ada musik jazz, reggae, dangdut, pop, RnB, rock, hiphop, klasik, dan masih banyak jenis musik lain yang dikenal luas.

Salah satu jenis musik yang ramai digilai adalah hiphop. Ia menjadi laris-manis di beberapa belahan dunia termasuk di Indonesia karena menghadirkan musik irama dan gaya yang biasanya dihiasi rap dan vokal ritmis, tak terkecuali NTT. Pada musik jenis ini vokalis lazimnya membaca lirik lagu secara biasa namun dengan ritme tertentu.

Jenis musik hiphop ini juga yang akhirnya digeluti 3 putra asal Kabupaten Malaka dan melahirkan sebuah grup musik bernama Hiphop Malaka Clan (HMC) yang sedang digandrungi generasi milenial di Malaka, Belu, TTU bahkan se-NTT beberapa tahun belakangan.

Sekilas tentang HMC

HMC adalah kelompok musik aliran Hiphop yang dipersatukan oleh perasaan adanya hubungan kekerabatan atau keturunan dari salah satu kabupaten di Nusa Tenggara Timur yaitu Malaka.

Semenjak berdiri pada tanggal 03 September 2013 hingga sekarang, HMC memiliki tiga personil sekaligus penggagas aliran musik rap ini, yaitu IMUZZE BLACK SWEET (Beat Maker), INO HMC (Rapper) dan ASER KINGSTON (Rapper).

HMC telah mengeluarkan 45 single dan berkolaborasi dengan puluhan Rapper dan Penyanyi. Nilai plus HMC adalah semua produksi musiknya dikerjakan sendiri.

HMC Pernah menjuarai beberapa perlombaan musik, bintang tamu di berbagai event lokal dan pernah sepanggung dengan beberapa artis Ibukota.

Pengalaman Perform

– Ajang HUT BRI cab. Kefamenanu pada tahun 2015 di Kab. Timur Tengah Utara

– HUT Radio favorit FM Atambua pada tahun 2016 di Kab. Belu

– Juara II Ajang lomba genre Rap/hip-hop  GoAhead di Kab. Belu

– Festival Crossborder Atambua pada tahun 2016 di Kab. Belu

– Festival Crossborder Malaka pada tahun 2018 di Kab. Malaka

– Colorun Radio Favorit FM Atambua pada tahun 2018 di Kab. Malaka

– Festival Crossborder Atambua pada tahun 2018 di Kab. Belu

– Festival KPU-RUN Kabupaten Malaka pada Tahun 2019

– Festival Crossborder Malaka pada Tahun 2019, dan event lokal lainnya.

Grup Musik Hiphop Malaka Clan (Foto: Dok. Pribadi)

Berdasarkan hasil wawancara, Dodi Panjaitan, sang Manajer HMC di Jakarta, Jumat (28/2/2020) mengungkapkan kepada gardamalaka.com awal ketertarikannya pada HMC adalah ketika ia menjadi penanggung jawab even Atambua Crossborder tahun 2016.

“Saya melihat HMC pertama kali di panggung Crossborder Atambua tahun 2016. Saya menilai HMC adalah calon (grup musik sukses). Tinggal menunggu kesempatan dan kehadiran seseorang yang mempunyai visi-misi sama seperti HMC”, demikian kata Dodi dalam kisahnya kepada gardamalaka.com.

Ia juga mengisahkan bagaimana akhirnya memanejeri grup musik asal Malaka ini. Bahwa pada akhir 2019 ia dihubungi salah satu personil HMC dan menawarkan agar ia menjadi manejer HMC untuk semakin membuat HMC profesional, selain mempromosikan dan memasarkan hasil-hasil karya HMC di Jakarta.

Menurutnya, hal ini adalah sebuah kepercayaan yang luar biasa. Betapa tidak! Ada 3 pemuda asal Malaka NTT, yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste mau memberi kepercayaan luar biasa terhadap dirinya.

Kepercayaan HMC kepada dirinya, menurut Dodi, bukan karena soal usia, tetapi karena track record-nya pernah menangani beberapa artis (nasional).

“Amanah ini harus saya pegang teguh. Sekaligus sebagai motivasi saya membangun network demi perjalanan karir HMC di kancah musik nasional”, begitu pengakuan Dodi.

Bagaimana masa depan HMC?

Bagi manejer yang sudah malang melintang di dunia musik tersebut, tidak menutup kemungkinan HMC akan menembus pasar Internasional. Terbukti, baru akan merilis single saja sudah ada tawaran datang dari luar negeri, Amerika. Ia menyebutkan ada promotor dan even organizer asal Amerika yang sudah menawarkan kerja sama dengan HMC.

Diakuinya, tawaran tersebut  masih dipending mengingat belum dirilisnya single baru HMC. Walau sesungguhnya pihak promotor di Amerika tersebut menunggu untuk mempromosikan dan memasarkan hasil karya HMC di sana. Kemungkinan kerjasa sama akan dilakukan setelah rilis, dan pada intinya harus bisa mengedepankan prinsip simbiosis-mutualisme, saling menguntungkan.

HMC memang sedang akan merilis single baru pada Maret 2020. Dirilisnya single baru ini sebagai sebuah langkah taktis menembus pasar nasional bahkan internasional.

Apa yang melatarbelakangi akan dirilisnya single baru HMC?

Manejer HMC, Dodi Panjaitan mengaku memiliki motivasi besar untuk hal ini. Ia memiliki cita-cita ingin membantu seniman dan musisi-musisi asal Timur Indonesia.

Dodi ingin menunjukkan kepada Indonesia, bahkan dunia bahwa ada karya bagus, ada musisi dan seniman hebat dari Timur Indonesia.

Ia bahkan mengakui, akhir-akhir ini banyak bermunculan musisi dari NTT, Ambon dan Papua yang berhasil masuk ke kancah musik nasional dan beprestasi di tingkat nasional.

Untuk itu, Manejer Dodi ingin membantu agar HMC pun beprestasi secara nasional karena melihat kans bagus dari grup musik hiphop asal Malaka ini.

Kapan jadwal pasti rilis single HMC?

Dodi menuturkan, target awal adalah pertengahan atau akhir Maret 2020. Namun masih harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi, serta harus melalui beberapa tahapan dan proses.

“Harus lihat situasi dan kondisi karena materi yang akan dirilis masih dalam proses mixing di Jakarta”, kata dia.

Ia menginginkan hasil musik dan lagu harus sesuai standar musik dan musisi nasional sehingga bisa diterima pendengar dan penikmat musik hiphop di Indonesia dan dunia internasional. Apalagi bentuknya tidak lagi berupa kepingan melainkan digital. Dengan demikian pasarnya pun secara digital, dan akses lagu HMC pun tidak hanya akan menjangkau Indonesia tetapi juga dunia. Oleh karena itu, ia mengaku tidak ingin terburu-buru.

Belum lagi, partner kerja Dodi di Jakarta, Digital Publishing Company harus melakukan mapping untuk melihat momentum, segmentasi yang akan ditarget untuk pendengar dan pendownload lagu.

Selain itu, ada berbagai pertimbangan lain sehubungan dengan sudah akan dimulainya bulan puasa saudara-saudara beragama Islam, bulan suci ramadhan.

“Kita harus melihat schedule, apakah berbenturan dengan bulan suci ramadhan atau tidak; apakah layak dirilis pada bulan tersebut; apakah tidak tenggelam nantinya”, ujar Dodi.

Memang harus ada obserbasi-observasi yang dilakukan Digital Publishing Company di Jakarta. Karena pada kenyataannya, karya-karya pemuda-pemuda Malaka di bawah bendera HMC sudah dinanti-nanti khalayak pecinta musik.

Semua pihak dimohonkan dukungan untuk kelancaran rilis single HMC. Kerja sama media berita, media sosial lain dibutuhkan untuk membesarkan, memperkenalkan HMC kepada seluruh masyarakat Indonesia, agar Indonesia tahu ada HMC dari NTT, ada HMC dari Malaka, batas Indonesia-Timor Leste.

Narasumber: Dodi Panjaitan (Manejer Hiphop Malaka Clan, tinggal di Jakarta)

Editor: Kondrad Klau

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here