JAKARTA, GARDAMALAKA.COM – Permasalahan intoleransi masih terus terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Wujudnya pun bermacam-macam.

Ada masalah pelarangan beribadah, pendirian rumah ibadah, dan masih banyak bentuk masalah intoleransi lainnya.

Terkait persoalan intoleransi yang sering muncul, Presiden Jokowi angkat bicara. Terutama menyangkut masalah gereja di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau dan Masjid di Minahasa, Sulawesi Utara. Sang Presiden menyatakan semestinya permasalahan intoleransi sudah diselesaikan pemerintah daerah setempat. Namun nyatanya tidak demikian.

“Mestinya, masalah-masalah intoleransi yang terjadi, baik itu menyangkut gereja di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, maupun terkait masjid di Minahasa, Sulawesi Utara, sudah diselesaikan oleh pemerintah daerah. Akan tetapi saya perhatikan, tidak ada penyelesaian di daerah”, kata Presiden seperti dilansir akun facebook Presiden Joko Widodo, Rabu (12/2/2020).

Namun Jokowi mengaku sudah memberikan perintah kepada Menkopolhukam dan Kapolri agar masalah ini (segera) diselesaikan dengan tegas.

Menurut mantan Gubernur DKI tersebut, semua itu (masalah intoleransi) harus dirampungkan agar tidak menjadi preseden yang tidak baik.

“Yang jelas, saya sudah berkali-kali menyampaikan bahwa konstitusi kita menjamin kemerdekaan setiap penduduk untuk memeluk agama dan kepercayaan masing-masing, dan beribadat seusai dengan agama dan kepercayaannya itu”, tegas Presiden.

“Jelas sekali, konstitusi kita memberikan payung kepada seluruh rakyat, seluruh masyarakat. Jangan sampai intoleransi itu ada”, tutup Jokowi Presiden RI dua periode ini. (Felix)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here