Pelaku percobaan penikaman Pastor Paroki Nurobo

ROMA, GARDAMALAKA.COM Kasus percobaan penikaman Pastor Paroki Nurobo (Pater Gabriel) mengundang sorotan dari dunia luar.

Dari Roma, Italia Pastor Paulus Halek, SSCC memberikan tanggapannya terkait kasus tersebut.

Melalui media pengiriman pesan langsung Whatsapp, Pastor Paul mengirimkan tanggapannya dan diterima redaksi gardamalaka.com pada Sabtu (1/2/2020) sekira pukul 23.44 WITA.

Dalam pesan WA-nya, Pastor Paul menyampaikan simpati dan empatinya atas kejadian yang menimpa Pastor Gabriel.

Menurut Pastor Paul, tindakan pelaku ini tidak mencerminkan dirinya sebagai orang katolik yang baik. Pastor yang sedang studi di Roma ini menyesalkan tindak kekerasan pelaku terhadap Pastor Gabriel sebagai gembala umat yang terurapi dan dikuduskan bagi Tuhan.

Menurutnya, tindakan percobaan penikaman ini merupakan sebuah bentuk ‘penolakan’ dan tindakan tidak hormat kepada gereja.

Pastor Paulus Halek, SSCC di Roma, Italia Berkomentar tentang Kasus Percobaan Penikaman Pastor Paroki Nurobo, Keuskupan Atambua (Foto: Dok. Pribadi)

Pastor Paul kemudian memberikan beberapa alasan mengapa tindakan pelaku tidak mencerminkan kekatolikan.

Pertama, pelaku (sebelum menyerang Pastor Gabriel) melakukan tindakan kekerasan terhadap dua anak yang sedang berjualan ikan. Dua anak di sini menjadi perwakilan dari banyak orang kecil yang mengalami kekerasan sosial.

Kedua, pelaku melawan (mengabaikan) nasihat yang diberikan oleh Pastor. Sebagai seorang gembala, Pastor berkewajiban menasihati pelaku, dan pada saat yang sama harus melindungi kedua penjual ikan itu.

Ketiga, pelaku dengan tahu dan sadar ingin mencelakakan seorang Pastor. Kepada pelaku sudah disampaikan bahwa sosok yang dia hadapi adalah Pastor, namun dia memilih untuk tetap menyerang Pastor sambil mencaci-maki.

“Seorang pastor adalah pribadi yang dikhususkan dan dikuduskan bagi Tuhan dan gereja. Dengan bertindak demikian, maka pada saat itu dia (pelaku) menegasi dan tidak menaruh rasa hormat pada Gereja”, tulis Pastor Paulus Halek, SSCC.

Kejadian ini barangkali menjadi sebuah refleksi bagi Pastor/Rohaniwan dan umat sebagai anggota Gereja: sejauh mana kualitas iman dibangun dan dirawat.

Ia berharap kasus ini segera ditangani pihak kepolisian agar tidak jauh merebak dan meresahkan. (Kon)

10 COMMENTS

  1. Saya sangat menyesal dengan tindakan saudara Pelaku, sebagai keluarga dari Pastor Gabriel Bahan yang adalah Korban, dengan tegas dan mohon kepada Pihak Kepolisian untuk secepatnya menemukan Pelaku untuk proses ini bisa diselesaikan.Iman semakin kerdil membuat orang menjadi buta untuk tidak mampu melihat orang lain lagi apalagi seorang Pastor yang adalah Gembala

  2. Bila dilihat dari raut wajah pelaku aura yang keluar berupa aura negatif. Hal ini bisa saja terjadi karena kehidupan masa lalunya yang agak kelam. Mungkin kehidupan masa kecil dan remajanya penuh dengan kekerasan sehingga tindakan penikaman ini sebagai cerminan dari kehidupan masa lalunya. Menurut saya kejiwaan pelaku agak bermasalah dan hal2 mistis melekat kuat dalam dirinya. Walau apapun itu, apa yang telah dilakukan merupakan tindakan kriminal maka pihak kepolisian harus menangkap dan memberikan hukuman setimpal sesuai aturan yang berlaku.

  3. Sangat disesalkan jika pelaku itu adalah umat katholik yang sejatinya telah dibentuk karakter kristiani sejak masih dalam bentuk embrio dimana seorang imam (pastor) adalah pelayan umat dan pelayan gereja katholik dimana mereka telah mendapatkan kelebihan Sakramen Imamat yang tidak semua umat dapatkan dengan Sakramen ini Seorang Imam (pastor) mempunyai kelebihan secara sosial sebagai manusia dan pelayan Gereja katholik sehingga para rohaniwan:Imam (pastor), para Suster perlu dan mendapatkan tugas sosial pelayanan dan perlindungan terhadap sesama umat manusia yang dipandang tertindas dan teraniaya Hak Hukumnya dalam kehidupan dan interaksi sosial dan wajar para rohaniwan jika melilat hal hal tersebut berusaha menasihati dan melindungi namun kadang karakter,tabiat umat terlampau batas manusia sosial bahkan berusaha menyerang Pastor atau Iman (rohaniwan) ini adalah bentuk bobroknya mental umat yang termakan arus pergaulan jaman yang semakin tidak terkendali…Mohon Pihak Polres Belu dan Polda NTT segera tangkap Tersangka dan tetapkan statusnya sebagai Pelaku karena ini murni Krimanalisasi yang ditujukan kepada Pelayan Umat Katholik dan Gereja Katholik di Indonesia khususnya NTT Kab.Belu dan Malaka sehingga Hukum tetap berdiri bagi semua masyarakat dan ada efek jerah bagi calon kriminal yang lain di NTT…Salam Hormat Garda Malaka sebagia salah satu Media Online yang begitu peka dan peduli dengan Masyarakat dan Pemimpin Gereja Katholik (Rohaniwan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here